The Destiny : Life Like Colours of the Rainbow

Image

 

 

Cast       : Kyuhyun x Sooyoung

Rated    : M (Mature/NC-21)

Genre   : Romance-Drama

Disclaimer : Kyuhyun and Sooyoung belong to each other ^^ no matter what happened.

Warning : Mature content. I’m really warn you if you really under 21 y.o don’t read this fiction. But if you want that’s your choice. Saya tidak bertanggung jawab karena sudah memberikan peringatan sebelumnya ^^ Sekuel The Destiny. Silahkan membaca sekuel sebelumnya dulu jika ingin. The Destiny  dan The Destiny : Our Live Begin

 

.

.

Bias sinar matahari yang menelusup masuk dari celah jendela yang bertirai putih itu sedikit mengusik tidur yeoja berparas cantik dari tidur lelapnya. Tubuhnya sedikit bergerak semakin merapat ke namja yang tidur di sampingnya. Yeoja itu menyenderkan kepalanya di atas dada bidang sang namja. Namun dering suara alarm dari meja nakas disamping ranjang mereka memaksa yeoja itu untuk membuka matanya. Sepasang mata yang masih setengah terpejam mengerjab ketika sinar matahari memasuki retina matanya

Tangan yeoja itu mematikan alarm yang berbunyi. Kemudian menyandarkan lagi kepalanya diatas dada namjanya. Menghirup wangi maskulin yang menguar dari  tubuh pria itu.

Sooyoung ― nama yeoja itu ―kini perhatiannya sepenuhnya menatap wajah namja yang masih begitu terlelap di dalam mimpinya. Cho Kyuhyun. Namja yang kini telah resmi menjadi suaminya. Pendamping hidupnya. Pemimpin keluarga kecil mereka.

Jemari lentik Sooyoung menyusuri wajah  Kyuhyun. Sooyoung sangat menyukai wajah Kyuhyun ketika namja itu tertidur. Begitu damai. Begitu polos dan tampan, tentu saja. Jemarinya kini mulai beralih menyisir rambut suaminya yang jatuh berantakan di dahinya. Sooyoung tersenyum kecil.

“Sudah puas memandangiku, nyonya Cho?” gerakan jemari Sooyoung terhenti ketika Kyuhyun menginterupsi kegiatannya. Sooyoung melihat suaminya itu menyeringai sementara kedua matanya masih terpejam. Kesal, wanita itu berniat melepaskan tangannya dari rambut Kyuhyun, namun namja itu lebih cepat darinya, menahan tangan si wanita tetap berada di atas rambutnya.

Namja itu membuka kedua matanya, dan menatap langsung kedua manik mata Sooyoung yang tengah menatapnya. “Apa aku begitu tampan, nyonya, sampai kau terus memandangiku seperti itu?” goda Kyuhyun yang langsung menimbulkan semburat kemerahan muncul di wajah istrinya.

Sooyoung menggerutu, sebal karena lagi-lagi Kyuhyun menggodanya. Semenjak mereka menikah satu setengah tahun yang lalu, Kyuhyun memang kerap kali menggodanya seperti itu. Membuatnya kesal saja. Sepertinya Kyuhyun memang mempunyai kemampuan untuk mengetahui kapan yeoja itu memandanginya, bahkan dalam keadaan tidur sekalipun.

“Kau menyebalkan, Kyu,” ucapnya memberengut sebal. Sementara Kyuhyun hanya tertawa pelan melihat istrinya. Gemas sekali melihat Sooyoung yang tengah memberengut kesal seperti itu.

Gerakan Sooyoung yang berniat bangun dari posisinya yang bersandar di dada suaminya itu terhenti ketika tangan Kyuhyun yang melingkari pinggang Sooyoung menahannya. Malah membuat tubuh yeoja itu jatuh tepat diatas tubuh Kyuhyun. Sooyoung memekik pelan. Wajahnya sudah semerah tomat sekarang. Kyuhyun terkekeh, tangannya gemas mengacak mesra rambut panjang Sooyoung.

“Apa yang kau lakukan, Kyu?” 

Morning kiss ku?” rajuk namja itu mengarahkan bibirnya.

Sooyoung memutar matanya sebelum ia memberikan kecupan kilat sesuai permintaan suaminya. Hal rutin yang biasa mereka lakukan. Namun saat ia hendak menyingkir dari tubuh Kyuhyun, lagi-lagi namja itu menahannya.

“Apa lagi sekarang?” tanya Sooyoung sebal.

“Apa kau tidak merindukanku, Soo? Sudah dua minggu kita tidak bertemu,” tanya Kyuhyun dengan suara yang lebih berat kali ini.

Kedua tangan Sooyoung ia sandarkan di dada bidang Kyuhyun, sementara kedua tangan Kyuhyun menekan tubuh sooyoung semakin rapat. Sooyoung merasakan wajahnya memanas. Semburat merah sudah tidak dapat disembunyikan lagi dari wajahnya. Apalagi dengan posisi mereka sekarang. Sooyoung yang berada di atas tubuh Kyuhyun, dengan keadaan keduanya yang polos tanpa busana hanya selembar selimut yang menutupi tubuh keduanya. Sooyoung bisa merasakan panas tubuh Kyuhyun yang menguar dan sekarang menjalar ke tubuhnya. Wajahnya semakin terasa panas kala Kyuhyun menggerakkan sedikit tubuhnya. Membuat pusat panas tubuh mereka bersinggungan.

“K-Kyu.” Sooyoung tergagap saat ia menyadari apa yang dimaksud oleh suaminya itu. Ia sangat yakin wajahnya sudah semerah kepiting rebus sekarang. Sementara Kyuhyun hanya menatapnya begitu dalam, membuat Sooyoung semakin salah tingkah.

Sooyoung memekik kaget ketika tiba-tiba saja tangan Kyuhyun mengelus lembut punggungnya. Pria itu juga mengecup lembut bahu Sooyoung. Membuat wanita itu memejamkan matanya, menikmati sentuhan Kyuhyun. Belaian lembut di punggungnya, kecupan-kecupan kecil di sepanjang bahunya dan juga belaian di tengkuknya. Sekuat tenaga Sooyoung menahan erangannya atas serangan yang dilancarkan Kyuhyun. Meski jujur saja, Sooyoung selalu merasa diatas awan ketika Kyuhyun mengajaknya bermesraan seperti ini. Belaian dan ciumannya benar-benar membuat Sooyoung melayang. Kyuhyun tak pernah gagal membangkitkan gairahnya, pun untuk kali ini. Hanya saja kali ini Sooyoung tidak ingin terlalu cepat jatuh ke dalam buaian namja yang selalu menempati tempat spesial di hatinya itu.

Kyuhyun menyeringai gemas. Ia tahu gairah wanitanya sudah tebakar . Tapi sepertinya wanita itu masih enggan mengeluarkan suaranya yang begitu seksi. Tangannya yang semula membelai punggungnya bergerak turun menuju pinggang ramping istrinya. Membuat tubuh Sooyoung menegang. Kyuhyun tersenyum. “Aku merindukanmu, chagi.

“Ki-Kita sudah melakukannya semalam, Kyu. Apa kau belum puas juga?”

“Belum,” jawab Kyuhyun cepat. Bibirnya segera meraih bibir Sooyoung yang begitu menggodanya sejak tadi. Menyesap lembut sepasang bibir yang selalu dirindukannya. “Kau tahu kan, aku tidak pernah puas denganmu, Soo.”

Wajah Sooyoung semakin panas mendengar jawaban suaminya itu. Lagi-lagi ia hendak beranjak dari posisinya, tapi lagi-lagi Kyuhyun menahannya. Tubuh mereka saling menindih dengan sangat erat. Dada bertemu dada. Pinggul bertemu pinggul. Kyuhyun harus menahan dirinya untuk tidak langsung menyerang sejak awal saat dada Sooyoung menempel dengan dadanya. Meski mereka sudah berkali-kali melakukannya, dan berkali-kali melihat tubuh polos Sooyoung tanpa selembar benang,  tapi rasa itu tidak pernah hilang. Debaran jantung yang menggebu, rasa penasaran yang begitu kuat, juga keinginan untuk kembali mengulang malam-malam panas yang pernah mereka lalui.

Dua minggu tidak bertemu Sooyoung karena harus pergi untuk urusan pekerjaan begitu menyiksa bagi Kyuhyun. Tidak ada wanita yang membangunkannya, menyiapkan pakaiannya, membuatkan makanan untuknya dan juga menghangatkan ranjangnya. Dan malam kemarin saat mereka bertemu lagi, hal pertama yang dilakukan Kyuhyun adalah mengurung Sooyoung di dalam kamar mereka. Tidak membiarkan wanita itu sekalipun beranjak darinya. Mereka kembali melakukannya. Seperti malam-malam sebelum ia berangkat ke Jepang. Melepaskan hasrat yang sudah dua minggu begitu membelenggu.

Dengan gerakan cepat, Kyuhyun membalik keadaan mereka. Kini Sooyoung yang berada di bawahnya. Siku Kyuhyun ia letakkan di antara kiri kanan bahu Sooyoung―mengurungnya dalam kungkungan. Tangannya menahan tubuhnya agar tidak jatuh menimpa Sooyoung. Kyuhyun sangat gemas melihat Sooyoung. Wanitanya selalu berubah menjadi sangat pemalu seperti ini jika mereka sedang bermesraan. Padahal ini sudah entah kesekian berapa kalinya mereka melakukannya.

Jari-jari Kyuhyun membelai lembut wajah Sooyoung. Menelusuri dahi, beralih menuju mata, hidung, bergerak ke bawah mengusap bibirnya dan berakhir di dagu sang istri. Kyuhyun membelai dagu istrinya lembut kemudian mengecup bibir yeoja itu. Membelainya… memagut.

Seolah terhipnotis dengan ciuman yang diberikan Kyuhyun, Sooyoung pun perlahan mulai membalasnya. Kedua tangan yeoja itu kini sudah merayap ke belakang tengkuk suaminya. Bibir keduanya saling berpagutan, mengecup, membelai. Ciuman mesra itu perlahan berubah menjadi panas tat kala lidah mereka ikut bermain. Saling menghisap, membelai― bertarung. Hingga Sooyoung mendorong dada Kyuhyun menjauh darinya. Pasokan udara di dalam paru-parunya kian menipis.

Kyuhyun sendiri tidak menyerah. Belaian bibir namja itu kini beralih ke leher jenjang Sooyoung. Pria itu membiarkan bibirnya menelusuri tiap inci leher wanitanya. Sebelum kemudian mengecupnya dan menghisapnya di titik-titik tertentu yang berhasil membuat lenguhan Sooyoung meluncur dari bibirnya.

Tangan Kyuhyun beralih membelai dada Sooyoung. Dua dari jarinya membelai payudara wanita itu. Membuat pola melingkar dari bawah payudara Sooyoung sampai area areolanya. Sooyoung bergerak gelisah, namun tangan Kyuhyun yang satu lagi menahannya di pinggang.

“Ahhn…  Kyu,” desahan itu meluncur dari bibir Sooyoung. Sooyoung memejamkan matanya rapat, wanita  itu menggigit bibir bawahnya saat ia merasakan seolah ribuan kupu-kupu menggelitik perutnya. Sensasi aneh namun menyenangkan itu datang lagi.

Bibir Kyuhyun mangecup bahu wanita itu. Bergerak keatas menuju lehernya. Bergerak lagi menelusuri rahangnya kemudian mengecup lembut daun telinga istrinya.

Sooyoung mendesah berat. Serangan ini begitu menyiksanya. Jujur saja, saat ini ia masih sangat lelah karena permainan mereka semalam. Dan pagi ini Kyuhyun sudah menyerangnya lagi. Sooyoung memekik saat tangan Kyuhyun yang sedari tadi membelai payudaranya kini mulai meremasnya. Sementara tangan satunya yang digunakan untuk menahan pinggang Sooyoung tadi kini sudah bergerak membelai paha dalam wanita itu. Belum lagi bibir pria itu yang masih mengecup daun telinganya. Hembusan napas Kyuhyun di telinganya semakin membuat kesadaran Sooyoung menipis. Ini benar-benar gila.

Morning seks, chagi,” bisik Kyuhyun tepat ditelinga Sooyoung. Membuat Sooyoung meremang karena hembusan napas pria itu, juga ajakan bercinta dalam bisikan yang begitu menggoda.

Wajah Sooyoung semakin merona mendengar permintaan Kyuhyun. Namun ia tidak menolaknya. Nyatanya hasratnya pun sudah muncul ke permukaan. Lenguhan Sooyoung semakin keras kala tangan kyuhyun yang membelai paha bagian dalamnya bergerak begitu lembut. Jari jari itu bergerak semakin naik. Dan naik. Membelai satiap inci kulitnya hingga berhenti di pusat gairahnya. Jempol Kyuhyun membelai lembut pusat gairahnya, membuat Sooyoung melenguh seketika. Napas mereka berdua pun menjadi berat.

Kyuhyun memperhatikan wajah istrinya. Kedua matanya yang menutup rapat. Bibirnya yang membuka dan mengeluarkan erangan dan lenguhan, kedua tangannya yang sudah menyelinap diantara rambut-rambut Kyuhyun―meremasnya. Sungguh Kyuhyun sudah tidak tahan. Sesuatu di bawah sana sudah berteriak meminta pelepasan.

Dengan lembut Kyuhyun merendahkan tubuhnya. Membiarkan tubuhnya bersinggungan dengan tubuh Sooyoung. Lebih tepatnya tubuh bagian bawah mereka.

“Kyuuuuhhh aaahhh…”

Lenguhan itu meluncur dari bibir Sooyoung saat ia merasakan pusat panas keduanya kembali bersinggungan. Sooyoung bisa merasakan kejantanan Kyuhyun yang sudah mengeras menggesek kewanitaannya. Dan sensasi menggelitik itu terasa semakin kuat saat lidah kyuhyun menggantikan tugas jari-jarinya membelai payudaranya. Lidah pria itu membelai payudaranya dengan gerakan melingkar seperti yang dilakukan oleh jemarinya tadi. Hanya saja kali ini efek yang ditimbulkan dua kali lebih nikmat.  Sooyoung memejamkan matanya erat. Dan saat Kyuhyun mengulum puncak payudaranya, cengkeraman wanita itu pada rambutnya semakin kencang.

“Aaahhhh…Kyu… ahhh… ja-jangan menggodaku terus.”

“Kau menginginkanku, sayang? Hmm?” tanya Kyuhyun sambil menggerakkan pinggulnya lagi―menggoda Sooyoung.

“Oohh Kyuuuhh…”

Kyuhyun menyeringai. Di bawah sana ia bisa merasakan kalau Sooyoung sudah sangat basah.

“Aku berjanji ini akan cepat, Sooyoungie,” ucapnya sebelum meraup kembali bibir wanita itu. Bibir mereka kembali saling berpagutan. Saling meraup. Mereka kembali berciuman panas.

Namun tanpa Sooyoung sadari, di bawah sana Kyuhyun sudah mempersiapkan dirinya untuk memasukinya. Mata Sooyoung terbelalak saat merasakan milik kyuhyun mulai memasuki kewanitaannya. Pekikan wanita itu teredam didalam ciuman panas mereka. Dan dalam satu hentakan keras, Kyuhyun berhasil memasuki Sooyoung sepenuhnya.

Kyuhyun memejamkan matanya, merasakan dinding-dinding kewanitaan Sooyoung begitu rapat menjepitnya. Bibirnya yang semula mengunci bibir Sooyoung kini ia lepaskan. Sebagai gantinya sekarang leher wanita itulah yang kembali ia kecup. Dan erangan wanita dalam dekapannya memenuhi gendang telinga Kyuhyun.

Tanpa aba-aba peringatan, Kyuhyun menggerakkan pinggulnya. Membuai Sooyoung kembali dalam dekapannya. Membuat wanita itu melenguh panjang karena permainannya.

Gerakan pinggul mereka seirama. Hentakan kuat, dalam, dan bertenaga. Sooyoung mendesah dan mengerang saat merasakan milik kyuhyun yang begitu penuh didalamnya. Kedua kaki Sooyoung melingkari pinggang Kyuhyun, meminta lebih. Sementara kedua tangannya mencengkeram erat rambut coklat suaminya, menyalurkan kenikmatan yang dirasakan.

Kyuhyun menggeram saat kaki Sooyoung melingkar di pinggangnya. Hentakan pinggulnya semakin kencang, kuat dan cepat. Bunyi kecipak dari pusat panas tubuh mereka tidak mereka hiraukan. Tangan Kyuhyun yang menganggur ia gunakan untuk meremas payudara Sooyoung, membuat wanita dalam dekapannya kian melesak dalam kenikmatan.

Sooyoung memejamkan matanya erat saat mulut Kyuhyun kini menghisap puncak payudaranya. Sensasi yang benar-benar memabukkan. Mulut suaminya di payudaranya sementara tangannya yang lain meremas payudaranya yang satu lagi. Dan hentakan-hentakan keras dipusat panas tubuhnya. Ini benar-benar gila. Sooyoung merasakan tubuhnya bergetar. Kakinya yang sejak tadi melingkari pinggang Kyuhyun seolah mati rasa. Peluh sudah bercucuran di tubuh keduanya. Namun keinginan untuk berhenti  tidak ada.

“Oooh Kyuuuhhh… Ahhhhnnn,” desahan demi desahan keluar dari mulut Sooyoung. Wanita itu melesakkan kepalanya semakin dalam saat ia merasakan bibir Kyuhyun beralih menuju bahunya. Bibir pria itu membelai bahu mulus milik Sooyoung. Menggesekkan bibirnya sepanjang garis bahu wanita cantik itu sebelum kemudian memberikan beberapa tanda kepemilikannya.

Kyuhyun menatap wajah Sooyoung. Sepasang mata wanitanya yang memejam rapat, juga bibir wanita itu yang sedikit membuka mengeluarkan suara desahan-desahan seksi sungguh semakin membakar gairahnya. Menggeram pelan, pria itu pun semakin mempercepat tempo tusukannya― memberikan kenikmatan lebih kepada wanita pujaannya. Bunyi suara daging yang saling berbenturan menunjukkan gairah keduanya yang semakin membumbung tinggi.

Kyuhyun bisa merasakannya, Sooyoung akan keluar sebentar lagi. Kewanitaan istrinya  mencengkeram milik Kyuhyun begitu erat. Gerakan pinggulnya semakin cepat dan kuat. Bunyi derit ranjang mereka pun tidak mereka hiraukan. Napas keduanya memburu,  detak jantung mereka pun berpacu cepat.

“KYUUUUUUUUHHH AHHHHHH ”

Hingga akhirnya desahan kencang dan panjang mengalun dari bibir sang wanita. Sooyoung memeluk Kyuhyun begitu erat, punggung wanita itu membusung seperti busur. Kyuhyun menggeram. Satu tusukan yang begitu kuat ia berikan membuat Sooyoung mendapatkan klimaksnya. Tak ia hiraukan kuku-kuku Sooyoung yang mencakar punggungnya. Ia pun sudah diambang batas. Sedikit lagi… Dan dengan satu hentakan keras yang lain, Kyuhyun pun mendapatkan kenikmatannya. Pria itu memejamkan matanya, menggeram saat melepaskan hasratnya. Memenuhi kewanitaan Sooyoung dengan cairan cintanya. Cairan cinta keduanya yang terasa begitu hangat dan penuh di dalam rongga kewanitaan Sooyoung. Begitu penuh hingga sebagian keluar menetes membasahi sprei putih yang sudah sangat berantakan.

Tubuh Kyuhyun terjatuh menimpa tubuh Sooyoung, pria itu melesakkan kepalanya di bahu wanitanya. Mereka berpelukan. Saling merasakan degupan jantung yang masih menghentak kuat. Juga napas yang masih memburu. Kyuhyun memejamkan matanya. Menikmati sisa-sisa kenikmatan yang kembali direguknya pagi ini. Hidungnya menghirup aroma vanila yang menguar dari tubuh Sooyoung. Begitu menentramkan.

Kyuhyun mengecup lembut puncak kepala Sooyoung. Wanita itu terlihat begitu lelah. Dengan lembut ia menyisir anak-anak rambut sooyoung dengan jarinya. Menyeka keringat wanita itu dari dahinya.  

“Gomawo Sooyoung-ah” bisiknya lembut setelah mengecup lembut bibir Sooyoung. Membuat wanita itu membuka sedikit matanya. Kecupan lembut kembali ia berikan kepada sepasang mata yang menatapnya dengan pandangan sayu itu. Seukir senyuman tipis terpahat di wajah tampannya saat ia melihat kenikmatan duniawi  itu juga dirasakan Sooyoung. Ya, Kyuhun memang tidak pernah gagal memuaskan wanitanya itu. Bahkan morning seks mereka pun bisa menjadi sedemikian panas.

Kyuhyun melepaskan tubuh mereka. Membaringkan tubuhnya di samping Sooyoung, sebelum kemudian menarik Sooyoung dalam dekapannya. Selimut putih menutupi tubuh polos mereka.

Oo~~KY~~oo

 

Sooyoung berkutat dengan peralatan dapur yang begitu banyak. Hari ini adalah akhir pekan. Tidak ada pekerjaan kantor yang mengganggu di akhir pekan. Dan malam ini ia harus membuat makan malam untuk keluarga kecilnya. Setelah pagi tadi Kyuhyun menyerangnya dengan begitu mendadak, mereka melewatkan waktu sarapan begitu saja. Dan siang hari saat ia hendak memasak untuk makan siang mereka, Kyuhyun malah menahannya. Memintanya untuk tidak beranjak sedikitpun dari sisinya. Tidak ada yang mereka lakukan. Kyuhyun hanya ingin bermanja-manja dengan Sooyoung saat itu. Memeluknya, memainkan rambutnya, mengecup bibirnya. Dan obrolan-obrolan ringan yang berakhir dengan godaan Kyuhyun kepada dirinya. Siang itu mereka hanya makan dari makanan resto yang telah di pesan Kyuhyun.

Jadi malam ini Sooyoung harus memasak untuk suaminya. Bulgogi, kimchi dan sup tomat adalah menu yang dimasaknya. Potongan terakhir meatball ia masukkan ke dalam sup tomat yang mendidih. Sebentar lagi  masakan terakhirnya akan selesai. Dan ia bisa memanjakan lidah Kyuhyun dengan masakannya.

Namun kegiatan memasaknya terinterupsi saat Sooyoung merasakan tangan kekar seseorang memeluknya dari belakang.

“Apa yang kau masak?” tanya Kyuhyun. Pria itu melingkarkan tangannya di pinggang Sooyoung. Dagunya ia sandarkan di puncak kepala istrinya.

“Sup tomat.”

Kyuhyun mengerutkan dahinya. “Apakah enak? Kenapa kau suka sekali memodifikasi sayuran-sayuran itu menjadi masakan yang aneh?”

Sooyoung tersenyum mendengarnya. “Karena untuk menghadapi pria yang tidak menyukai sayuran sepertimu, aku harus memutar otak bagaimana caranya membuat sayuran-sayuran itu menarik untuk kau makan.”

Kerutan di dahi Kyuhyun semakin dalam. Ya, ia tahu itu. Semenjak mereka menikah, Sooyoung memang lebih memilih memasak sendiri daripada harus makan di luar. Alasannya lebih sehat tentu saja, dan tidak boros. Waanita itu juga sering menciptakan resep-resep masakan sendiri, terutama yang berhubungan dengan sayur mayur. Jenis makanan yang paling tidak disukai Kyuhyun.

“Kau bahkan lebih kekanakan daripada seorang anak kecil berumur lima tahun, Kyu.”

Kyuhyun membalik tubuh Sooyoung menghadap kearahnya. “Apa maksudmu?”

Sooyoung tersenyum menggelengkan kepalanya. “Tidak ada. Lagipula tiba-tiba saja hari ini aku ingin memakan sup tomat.”

Kyuhyun memandang Sooyoung aneh. “Kenapa tiba-tiba?” tanyanya.

“Entahlah.”

Wanita itu kemudian mematikan kompor gasnya. Memindahkan sup tomat kedalam mangkuk yang sudah disiapkan. Kyuhyun membantunya menata meja makan.

Memang seperti itu. Meski dulu mereka dibesarkan dalam keluarga yang sangat berkecukupan, dan dengan sederet pelayan yang dengan sigap melayani kebutuhan mereka, namun saat memutuskan untuk memulai membina rumah tangga, keduanya sadar bahwa mereka harus menjadi mandiri. Tidak lagi bergantung dengan orang lain. Hanya berdua, mereka saling membantu dan melengkapi. Belajar bersama menghadapi kehidupan baru mereka.

Dan disinilah mereka memulai semuanya. Di sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun nyaman, hasil dari jerih payah Kyuhyun selama ini. Kyuhyun menolak rumah mewah pemberian ayahnya, karena ia ingin memulai semuanya sendiri. Sooyoung pun tidak mengeluh saat Kyuhyun mengajaknya untuk tinggal bersama dirumah ini. Wanita itu malah tersenyum puas. Rumah dua lantai yang tidak terlalu besar dengan halaman yang cukup luas didepannya juga taman bunga kecil disampingnya benar-benar membuat Sooyoung terharu. Apalagi beranda kamar tidur mereka di lantai dua menghadap ke arah barat. Dari sana mereka bisa menikmati pemandangan matahari yang terbenam di bawah garis cakrawala. Kala itu Sooyoung memeluk Kyuhyun erat. Pria itu memang selalu tahu bagaimana cara membuatnya bahagia.

Begitu pula Sooyoung. Wanita itu harus belajar untuk mandiri. Tidak akan ada lagi eommanya yang membangunkannya tiap pagi. Malah ia sekarang yang harus membangunkan suaminya. Tidak ada pelayan yang membuatkan sarapan. Sekarang ia harus mengurus segalanya sendiri. Kyuhyun pernah menawarkan jasa asisten rumah tangga, tapi Sooyoung menolaknya. Ia tidak ingin ada orang lain di dalam kehidupan baru yang baru mereka jalin. Ia ingin mempelajari semuanya sendiri. Mengurus dan melayani Kyuhyun seorang diri. Di bantu sang ibu yang selalu memberinya nasihat dan masukan, Sooyoung belajar untuk merubah sifat manjanya.

“Nah, selamat makan,” ucap Sooyoung ceria. Wanita itu memperhatikan wajah Kyuhyun yang mencicipi sup tomat buatannya. “Bagaimana rasanya?” Raut wajahnya begitu penasaran menunggu komentar sang suami.

“Hmm… biasa saja,” jawan Kyuhyun. Komentarnya menyurutkan senyuman yang terkembang di wajah Sooyoung. Wanita itu menjadi kesal dibuatnya.

“Apa hanya itu komentarmu? Aku bahkan sudah bersusah payah memasaknya untukmu.”

Kyuhyun menyeringai. “Aku tidak memintamu untuk memasakkan ini semua untukku kan? Aku bahkan sudah akan memesan masakan dari resto kalau saja kau dengan sifat keras kepalamu tidak memaksa untuk membuat makan malam sendiri.”

Sooyoung terbelalak. Rahangnya mengatup keras. Kesal, tentu saja. Sudah susah payah ia berusaha untuk menyenangkan Kyuhyun, tanggapan pria itu malah seperti itu. Rasanya ingin sekali ia menjambak rambut Kyuhyun.

“Jadi kau tidak menyukai masakanku? Kau lebih menyukai masakan resto, begitu?”

“Aku tidak bilang begitu. Aku hanya mengatakan masakanmu biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Kau harus berusaha lagi lebih keras untuk urusan dapur. Masakan eomma dan emmonim jauh lebih enak dari ini.” Kyuhyun mengerling ke arah istrinya yang masih menatapnya dengan mata menyipit. Senyum tertahan di bibir pria itu. Senang sekali rasanya membuat Sooyoung marah seperti itu. Wanita itu jadi terlihat begitu… menantang. Ahh… apa yang kau pikirkan, Kyu?

“Kemampuanmu melayani perut dan lidahku belum sehebat kemampuanmu melayaniku di atas ranjang, chagi,” ucap Kyuhyun sembari mengerling nakal ke arah istrinya.

Wajah Sooyoung memerah mendengarnya. Dan suara kekehan serta senyuman Kyuhyun semakin membuatnya salah tingkah.

Banyak hal yang baru ia ketahui tentang Kyuhyun setelah mereka menikah. Seperti bagaimana pria itu selalu mengecup bibirnya setiap pagi. Hal yang jarang  mereka lakukan bahkan saat berpacaran dulu. Juga bagaimana pria itu selalu memanjakannya setiap saat. Ya, Sooyoung tahu, bahwa Kyuhyun sangat mencintainya. Dan terkadang pria itu pun bisa berlaku manis tanpa terkesan berlebihan. Bahkan pria itu bisa memasak masakan yang jauh lebih enak dari masakannya. Entah darimana pria itu belajar. Tapi ada satu hal juga yang baru diketahui Sooyoung tentang Kyuhyun. Ternyata pria itu sangat pervert. Kapanpun dan dimanapun jika situasi dan kondisinya mendukung, Kyuhyun akan melancarkan serangannya. Meminta Sooyoung untuk bercinta dengannya. Pria itu juga jadi lebih sering menggodanya. Menyebalkan sekali.

“Jangan membicarakan itu di meja makan, Kyu,” sahut Sooyoung meyuapkan sup tomat ke dalam mulutnya. Lumayan. Tidak terlalu buruk.

“Kenapa? Aku hanya mengatakan yang sesungguhnya, kalau kemampu―”

“Kyu!”

Kyuhyun terkekeh. “Baiklah. Aku mengerti,” ucapanya sambil memasukkan kembali sup tomat ke mulutnya. Pria itu menikmati makan malamnya, sesekali mengerling ke arah Sooyoung yang masih terlihat agak kikuk setelah obrolan terakhir mereka. Semburat merah di wajah wanita itu masih terlihat. Membuat Kyuhyun bertambah gemas saja.

Oo~~KY~~oO

 

Pagi itu Kyuhyun bangun lebih awal. Ia memandang wajah damai Sooyoung yang terlelap dalam tidurnya. Sudah beberapa hari ini Sooyoung mengeluh tidak enak badan. Ia mengatakan seluruh tubuhnya terasa pegal-pegal. Badannya lemas. Wanita itu juga jadi sering muntah. Dan selera makannya menguap entah kemana. Kondisi seperti itu tentu saja membuat Kyuhyun khawatir.

Sudah berkali-kali ia membujuk Sooyoung untuk pergi ke dokter, namun wanita itu menolaknya. Sooyoung memang tidak suka suasana dan bau rumah sakit. Ia mengatakan kalau ia hanya tidak enak badan, istirahat sebentar saja pasti akan sembuh. Nyatanya sampai hari ketiga ini Kyuhyun belum melihat kondisi Sooyoung yang membaik.

Sooyoung memang bisa menjadi lebih keras kepala dari dirinya jika ia mau. Sama-sama anak bungsu yang berlimpah kasih sayang membuat mereka menjadi pribadi yang keras kepala. Dan jika sifat itu sudah muncul, maka salah satu harus mengalah agar tidak terjadi pertengkaran tidak penting yang menghampiri. Dan kali ini Kyuhyun harus menekan egonya untuk tidak menyeret Sooyoung memeriksakan dirinya ke rumah sakit.

Kyuhyun membelai wajah Sooyoung. Tangannya mengelus lembut pipi wanitanya. Sooyoung benar-benar terlihat seperti malaikat jika sedang tidur. Wajahnya masih sedikit pucat, namun tidak memudarkan pesona kecantikan alaminya. Sooyoung tanpa riasan wajah adalah yang paling cantik bagi Kyuhyun.

Belaian tangan Kyuhyun terhenti saat ia melihat tidur Sooyoung sedikit terusik karenanya. Wanita itu melenguh pelan sebelum membuka kedua matanya.

“Kyu…”

Kyuhyun tersenyum mengusap pipi istrinya. “Selamat pagi, sayang.”

Sooyoung tersenyum menatap mata Kyuhyun yang begitu mempesonanya. “Selamat pagi.”

“Bagaimana keadaanmu hari ini?”

Sooyoung memejamkan matanya sesaat. Wanita itu menggeleng lemah. “Badanku masih lemas. Leher dan punggungku juga masih terasa pegal.” Wanita itu kemudian mencoba untuk duduk, dan pusing yang begitu hebat tiba-tiba melanda kepalanya. Ia mengerang.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun panik. Sooyoung memejamkan matanya. Sebelah tangannya menopang kepalanya yang pening. Kening wanita itu mengkerut menahan sakit. “Kita ke dokter sekarang, Soo,” perintah Kyuhyun. Ia sudah tidak tahan lagi. Melihat Sooyoung yang seperti ini benar-benar membuatnya khawatir.

“Aku tidak apa-apa, Kyu.” Tangan wanita itu menahan lengan Kyuhyun saat pria itu hendak beranjak dari ranjang. “Hanya pusing biasa. Tidak perlu terlalu khawatir, sebentar lagi juga akan reda sakitnya.”

Kyuhyun menatap Sooyoung kesal. Rahangnya mengatup rapat. “Kau selalu berkata seperti itu, tapi aku bahkan tidak melihat perubahan yang berarti.”

Sooyoung hanya tersenyum tipis. Mengabaikan pening di kepalanya, ia mengusap lembut pipi Kyuhyun. Tidak ia hiraukan nada dingin yang meluncur dari bibir suaminya. Ia tahu Kyuhyun sudah sangat kesal karena sifat keras kepalanya ini. Hanya saja ini bukan hal yang perlu untuk dibesar-besarkan, kan? Ia tidak mau Kyuhyun terlalu berlebihan mengkhawatirkannya.

“Aku tidak suka bau rumah sakit. Kau tahu kan? Dan aku benci jika harus menelan obat-obatan itu. Sedikit beristirahat aku rasa akan cukup. Aku hanya tidak enak badan, bukan sakit parah.”

Kyuhyun menghela napasnya. Ia harus mengalah lagi. Yang di katakan Sooyoung mungkin benar, tapi tetap saja, melihat Sooyoung yang terbiasa tampil ceria dan penuh senyum sekarang terkulai lemah membuat rasa khawatir itu tetap ada. Dengan lembut ia membawa Sooyoung ke dalam rengkuhannya. Menjadikan dadanya yang bidang menjadi sandaran Sooyoung. Untuk sesaat mereka menikmati pagi itu dengan damai, sebelum sesuatu bergolak di dasar perut Sooyoung. Seperti mengocok perutnya, merengsek naik ke lambung, kemudian ke pangkal tenggorokannya.

“Huek.” Sooyoung menutup mulutnya dengan tangan. Sebelah tangannya lagi mencengkeram tangan Kyuhyun kuat. Mual yang luar biasa tiba-tiba menyerangnya.

Kyuhyun menatap Sooyoung khawatir. Matanya memicing saat merasakan cengkeraman tangan wanita itu semakin kuat. “Soo, kau tidak apa?”

Bukannya menjawab pertanyaan Kyuhyun, wanita itu justru melesat pergi meninggalnya. Sooyoung menggapai pintu toilet yang ada di kamar mereka. Membukanya dan langsung memuntahkan isi perutnya di atas wastafel.

Kyuhyun menghampiri dengan langkah tergesa. Dilihatnya Sooyoung yang masih berusaha memuntahkan isi perutnya, meskipun tidak ada yang keluar―mengingat tiga hari ini wanita itu sulit sekali untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Kyuhyun memijat tengkuk Sooyoung, membantu istrinya untuk merasa lebih baik. Rambut panjang Sooyoung ia sampirkan agar tidak terkena muntahan. Ia sudah benar-benar khawatir sekarang. Wajah Sooyoung semakin pucat, wanita itu juga belum selesai dengan rasa mual yang tiba-tiba melandanya. Sementara tangan wanita itu yang mencengkeram wastafel sudah bergetar.

Kyuhyun menghidupkan keran, membiarkan air mengucur membilas wastafel kendati tidak ada yang dikeluarkan wanitanya. Sementara dengan tangan bergetar Sooyoung mencuci mulutnya. Tubuhnya sudah benar-benar lemas sekarang. Tungkai kakinya bahkan seolah tidak bisa lagi menahan tubuhnya. Seandainya tidak ada Kyuhyun, pasti ia sudah terjatuh sekarang.

Kyuhyun menggendong Sooyoung, membawanya kembali ke ranjang. “Kita ke rumah sakit, sekarang.”

Kalimat itu diucapkan Kyuhyun dengan nada datar dan tenang. Tapi Sooyoung tahu, itu pertanda bahwa saat ini Kyuhyun sedang tidak ingin di bantah. Suaminya itu tengah memendam amarahnya dan kekesalannya mati-matian. Sooyoung tahu ia salah, tapi wanita itu tetap tidak ingin.

“Aku tidak apa-apa―”

“Demi Tuhan, Cho Sooyoung!”

Sooyoung memejamkan matanya saat ia mendengar nada bicara Kyuhyun sedikit lebih tinggi. Kyuhyun gusar luar biasa. Ia tahu itu. Hanya saja untuk saat ini Sooyoung benar-benar tidak ingin ke rumah sakit atau kemanapun. Ia hanya ingin berbaring di sini.

“Kau sakit. Dan kita harus memeriksa keadaanmu ke rumah sakit. Aku tidak tahan melihatmu seperti ini.”

Sooyoung membuka matanya. Iris matanya bertemu iris mata Kyuhyun. Ia bisa melihat di mata Kyuhyun kekhawatiran yang begitu sarat. Tangannya menggenggam tangan Kyuhyun lembut. “Besok aku akan memeriksakan diriku ke dokter. Aku janji.” Sooyoung mengatakannya dengan sungguh-sungguh. Meminta Kyuhyun untuk sekali ini menuruti keegoisannya. “Tapi tidak sekarang. Sekarang aku hanya ingin berbaring di sini bersamamu.”

“Tapi―”

“Kyu…”

Kedua mata mereka masih beradu. Saling menatap. Kyuhyun mendengus kesal, ia melempar pandangannya ke arah lain. Menekan egonya kuat-kuat ia harus sekali lagi menuruti kemauan istrinya. Kendati sejujurnya ia tidak terlalu suka. Lebih cepat memeriksakan diri akan lebih cepat untuk mengetahui sakit Sooyoung. Dengan begitu Sooyoung akan lebih cepat menerima tindakan penyembuhan, bukan? Tapi sorot mata itu… Kyuhyun bahkan tidak bisa menolaknya.

Kyuhyun membaringkan tubuhnya di samping tubuh Sooyoung. Wanita itu tersenyum lemah padanya. Kyuhyun melingkarkan tangannya di sekitar pinggang Sooyoung. Membawa wanita itu semakin dekat dengannya. Tangannya membelai lembut rambut Sooyoung.

“Tapi besok kau harus benar-benar memeriksakan dirimu,” ucap Kyuhyun mengecup puncak kepala Sooyoung. “Aku benar-benar khawatir, Soo.”

“Hmm.” Sooyoung menganggukkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun. Wanita itu melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun. Memeluknya. Saat ini ia hanya ingin seperti itu. Memeluk Kyuhyun dan tidur di dalam dekapan suaminya. “Mianhae, Kyu.”

Kyuhyun mengusap punggung istrinya. Memberikan apa yang diinginkan wanitanya. Ia melirik ponselnya yang tergeletak di meja nakas, di samping tempat tidur. Sepertinya hari ini Kyuhyun harus mengabari sekretarisnya bahwa ia tidak akan masuk kantor.

Oo~~KY~~oO

 

“Selamat pagi,” sapaan ceria seorang yeoja memenuhi ruang kantor pagi itu. Balasan sapaan terdengar dari orang-orang yang bertemu dengannya. Yeoja cantik itu kemudian duduk di kursi mejanya, sebelum retina matanya melihat seorang wanita yang kemarin absen dari kantor.

Omo! Sooyoungie! Kau sudah sembuh? Aku dengar kau sakit,” yeoja itu mendekatkan kursinya ke meja kerja Sooyoung . Wajah cantiknya meneliti wajah Sooyoung yang sedikit pucat.

“Wajahmu sedikit pucat,” katanya. “Kau sakit?”

Sooyoung menghela napasnya. “Entahlah, Sica. Badanku terasa pegal-pegal. Juga lemas.”

Jessica, nama yeoja cantik itu, mengerutkan dahinya sesaat sebelum senyuman aneh terukir di wajahnya.

“Apa?” tanya Sooyoung bingung.

Jessica mendekatkan wajahnya, berbisik pelan di telinga Sooyoung. “Sooyoung-ah, apa Kyuhyun Oppa begitu hebat diatas ranjang sampai membuatmu seperti ini?”

Wajah Sooyoung sontak bersemu merah mendengar pertanyaan sahabatnya itu. Sementara Jessica hanya terkikik geli melihat Sooyoung yang berubah menjadi salah tingkah.

“A-apa maksudmu. Ini tidak ada hubungannya,” kata Sooyoung sedikit tergagap.

Jessica masih terkikik geli. “Oh ayolah Soo. Berapa lama kalian bermain, huh? Apa Kyuhyun Oppa membuatmu mendesah dan melenguh dalam beberapa ronde sekaligus setiap malam?” suara yeoja itu masih bertanya dalam suara rendah dan pandangan mata yang menggodanya.

Sooyoung membuang pandangannya ke arah lain. Oh, sekarang bahkan Jessica mulai ikut-ikutan menggodanya.

“Kalau melihat kondisimu yang seperti ini, sepertinya memang benar ya?” kemudian yeoja itu tertawa. “Kau pasti sangat kewalahan ya melayaninya? Sampai seperti ini. Aku tidak menyangka Kyuhyun Oppa yang terlihat baik-baik itu bisa membuatmu seperti ini, Soo. Apa permainannya sangat liar?”

Wajah Sooyoung semakin merah mendengar pertanyaan Jessica. Bagaimana bisa yeoja ini bertanya seperti itu? Oh Tuhan, Sooyoung benar-benar malu!

“Apa adik kecilnya itu sangat panjang? Apa dia sangat memuaskanmu? Apa tusukannya membawamu melayang? Gaya apa yang sering kalian lakukan saat bercinta? Apa―” belum sempat Jessica menyelesaikan pertanyaannya, Sooyoung sudah membungkam mulut yeoja itu dengan tangannya. Ia tidak tahan lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Jessica.

Jessica melotot kearahnya. Yeoja itu menyingkirkan tangan Sooyoung yang membekap mulutnya tadi.

“Tidak sopan,” katanya melotot ke arah Sooyoung.

“Kau yang tidak sopan menanyakan hal-hal seperti itu,” balas Sooyoung kesal.

Jessica terkikik geli, “Aah kenapa kau marah? Aku kan hanya bertanya. Apa kau sedang menstruasi?”

Seketika tubuh Sooyoung membeku. Beruntung sudah banyak karyawan yang datang dan Jessica segera beranjak ke meja kerjanya― jam kerja sudah dimulai. Namun Sooyoung tidak segera memeriksa file-file yang sudah menumpuk dimejanya. Wanita itu justru menyambar kalender di depannya. Menulusuri tanda merah yang biasa ia tandai di kalender setiap bulan. Bagaimana bisa ia lupa… 

Sooyoung menggit bibir bawahnya saat ia menyadari bahwa sudah satu bulan ia terlambat menstruasi. Apakah artinya ini…

Oo~~KY~~oO

 

Sooyoung menatap kertas ditangannya. Mencermati setiap huruf yang tertulis di dalamnya. Ia sudah menepati janjinya untuk memeriksakan dirinya ke dokter. Istirahat makan siang tadi Sooyoung menyempatkan diri pergi ke klinik di dekat kantornya―setelah sebelumnya ia membuat janji dengan sang dokter, tentu saja.

Dan diagnosa dokter itu entah kenapa membuatnya bimbang. Di satu sisi ia merasa senang karena penantiannya akhirnya datang juga. Sebagai seorang wanita, Sooyoung merasa sudah lengkap. Tidak ada lagi yang ia inginkan di dunia ini. Namun di sisi lain ia takut dengan reaksi yang akan diberikan oleh Kyuhyun.

Apakah Kyuhyun juga akan senang dengan kabar ini? Selama ini Kyuhyun tidak pernah mengeluh dengan kekurangan yang mereka jalani. Sebaliknya, pria itu terlihat sangat menikmati kehidupan mereka yang hanya berdua saja.

Anggap saja seperti berpacaran, tapi kali ini tidak ada batasan-batasan yang menghalangi kita. Kita bebas melakukan apa saja yang kita mau karena kita sudah sah di mata hukum dan Tuhan. Dan juga anggap saja untuk melanjutkan masa pacaran kita yang dulu hanya berlangsung singkat― setelah aku  mendapatkanmu untuk kedua kalinya. Itulah yang dikatakan Kyuhyun saat itu. Pria itu benar-benar menikmatinya. Kemesraan yang diberikan, kehagatan yang suguhkan, juga pelukan dan hal-hal manis yang membuatnya benar-benar merasa di cintai sangat dalam.

Dan sekarang, apa Kyuhyun akan menerima keberadaannya. Apa Kyuhyun akan bahagia seperti dirinya? Atau jangan-jangan Kyuhyun akan kecewa? Oh Tuhan, Sooyoung benar-benar bingung dan takut.

Bunyi suara deru mobil yang memasuki halaman rumah membuat Sooyoung bangkit dari duduknya. Wanita itu manjadi sangat gugup, Kyuhyun sudah pulang. Suara pintu yang terbuka membuat Sooyoung segera memasukkan kertas yang ada ditanggannya ke dalam tas. Wanita itu duduk dengan gelisah. Kedua tangannya saling meremas. Gugup.

Dan suara pintu kamar yang terbuka membuat Sooyoung menoleh kepada seorang pria yang muncul di depan pintu. Sooyoung tersenyum. Tidak ada raut wajah lelah di wajah tampannya, yang ada hanya raut wajah kekhawatiran.

“Bagaimana kata dokter?” Pertanyaan itu menggantikan sapaan selamat datang yang biasa ia ucapkan. Kyuhyun memandang Sooyoung, tangannya menyentuh pipi istrinya.

“A-ah i-itu. Um… aku tidak apa-apa.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya mendengar jawaban Sooyoung. Wanita itu gugup. Kyuhyun bisa merasakannya. Tapi kenapa?

“Kau tidak sedang berbohong kan, Soo?” tanyanya penuh selidik.

Sooyoung menggeleng. Senyumnya tidak mencapai mata seperti biasa. “Kau pasti lelah. Sekarang lebih baik kau mandi dulu. Aku akan menyiapkan makan malam.”

Langkah Sooyoung terhenti saat Kyuhyun menangkap pergelangan tangannya. “Kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari ku kan, Cho Sooyoung?” suara Kyuhyun begitu penuh selidik. Matanya menatap tajam ke arah mata Sooyoung. Membuat wanita itu memutus kontak mata mereka.

Mata Kyuhyun meyipit curiga. “Cho Sooyoung―”

“Aku akan menyiapkan makan malam, kau mandilah dulu. Nanti akan kita bicarakan,” katanya dengan cepat tanpa memandang Kyuhyun.

“Kenapa tidak sekarang saja?” desak Kyuhyun. Ia benar-benar takut sekarang. Apa sebenarnya yang sedang disembunyikan wanita ini darinya?

Sooyoung menghela napasnya. Menatap mata Kyuhyun yang masih mengulitinya. Sooyoung bisa menangkap pandangan yang sarat kekhawatiran itu. Tangannya bertumpu di atas tangan Kyuhyun yang menahannya. Wanita itu tersenyum lembut. “Aku tidak apa-apa. Percayalah,” katanya sungguh-sungguh. “Nanti setelah makan malam ada yang ingin aku bicarakan.”

Kyuhyun mengalah. Tidak ada gunanya memaksa wanita ini jika memang dia tidak ingin.

Oo~~KY~~oO

 

Ruang keluarga itu di huni oleh dua orang manusia, namun tidak ada yang bersuara selain suara televisi yang menyiarkan acara variety show. Biasanya Sooyoung akan tertawa-tawa menontonnya. Namun kali ini sepertinya pikiran wanita itu tidak ada di sana. Matanya memang menatap layar televisi itu tapi pandangannya kosong. Entah apa yang dipikirkannya.

Kyuhyun menepuk pundaknya lembut. Membawa kesadaran Sooyoung kembali ke tempatnya. Pria itu menatapnya lekat. “Apa yang ingin kau bicarakan?” tanyanya lembut.

Sooyoung terlihat gugup beberapa saat, sebelum ia akhirnya menghela napas panjang. Sepertinya memang lebih baik jujur. Apapun reaksi Kyuhyun akan diterimanya. Ia sudah menyiapkan hatinya sejak mereka makan malam tadi. Makan malam yang terasa sangat canggung.

Lagipula lebih baik Kyuhyun tahu dari mulutnya langsung daripada orang lain. Pria ini bisa saja lebih marah jika mengetahuinya dari orang lain. Dan membuat Kyuhyun marah adalah hal terakhir yang diinginkanya untuk saat ini.

“Sebentar,” katanya sebelum bangkit berdiri menuju kamar tidur mereka.

Kyuhyun memandang punggung Sooyoung yang masuk ke dalam kamar tidur mereka. Ada apa sebenarnya? Kenapa sikap Sooyoung menjadi sangat aneh kepadanya. Berbagai kemungkinan-kemungkinan berputar di kepalanya tapi Kyuhyun segera menepisnya. Pria itu hanya berharap semoga tidak ada hal serius yang terjadi dengan Sooyoung terkait kondisi wanita itu beberapa hari belakangan ini.

Sooyoung mendudukkan dirinya lagi di sofa di samping Kyuhyun. Wanita itu memegang kertas ditangannya sangat erat. Kyuhyun menatapnya dengan pandangan bingung.

Menghela napasnya sekali lagi, Sooyoung menyerahkan kertas ditangannya kepada Kyuhyun.

“Apa ini?” tanya Kyuhyun bingung menerima kertas yang diulurkan Sooyoung.

“Hasil pemeriksaan diriku hari ini.”

Kyuhyun menatap Sooyoung sesaat, sebelum kemudian melihat selembar kertas yang tertutup amplop ditangannya. Dari kop suratnya Kyuhyun bisa melihat nama klinik tempat Sooyoung memeriksakan dirinya. Juga nama Cho Sooyoung yang ada di bawah kanan amplop.

Kyuhyun membuka amplop itu. Mengeluarkan selembar kertas yang ada di dalamnya. Manik mata Kyuhyun menelusuri kata demi kata yang tertulis di kertas itu.

Hingga matanya tertumpu kepada kata-kata yang ada di tengah kertas itu. Sooyoung juga ikut melihatnya. Wanita itu menggigit bibir bawahnya saat melihat perubahan raut wajah Kyuhyun. Wajah suaminya itu kini menegang.

Pasien yang bernama : Cho Sooyoung

Jenis kelamin : Perempuan

Umur : 26 tahun 5 bulan

Diagnosa : Positive (+) hamil

 

Kyuhyun memandang kertas itu dengan pandangan tidak percaya. Kyuhyun kemudian menatap Sooyoung yang tengah memandang dirinya.

“Ka-kau―” Kyuhyun bahkan tidak tahu harus berkata apa. Suaranya seperti tersedot habis, entah bagaimana. Disampingnya, Sooyoung bergerak gelisah dalam duduknya. Dugaannya benar. Kyuhyun tidak senang. Rasanya Sooyoung ingin menangis sekarang.

“Maafkan aku, Kyu. Aku―”

Kata-kata penyesalan itu bahkan belum sempat ia ucapkan saat ia merasakan tangan Kyuhyun menariknya mendekat dan bibir pria itu menciumnya. Begitu lembut. Begitu manis. Begitu penuh cinta. Sooyoung bahkan seperti membeku saking terkejutnya.

Mata pria itu menatapnya dalam. Sorot kebahagiaan terpancar jelas di kedua manik matanya. Kyuhyun tersenyum. “Gomawo Sooyoung-ah. Jeongmal Gomawo.”

Sooyoung mengerjabkan matanya. Wanita itu memandang suaminya. “Kau bahagia, Kyu?” tanyanya pelan.

Kyuhyun memeluknya erat. Membelai lembut rambut panjangnya. Sesaat Kyuhyun menyesap aroma tubuh Sooyoung yang begitu disukainya. “Tentu saja aku bahagia, Soo.”

 “Kau tidak marah?”

Kini giliran Kyuhyun yang mengerutkan keningnya. Bingung. “Kenapa aku harus marah?” tanyanya. Tangan Kyuhyun menggapai tangan Sooyoung, mencium lembut punggung tangan wanita itu tanpa mengalihkan pandangannya dari sepasang mata Sooyoung. “Aku justru sangat senang. Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku sangat bahagia. Sudah lama aku menantikannya.”

“Oh, Kyu,” dan dalam sekejab ia memeluk Kyuhyun. Air matanya sudah mengalir kini. Air mata bahagia. Kyuhyun menerimanya. Kyuhyun bahagia. Kini tidak ada lagi yang perlu ia khawatirkan.

Pelukan mereka terlepas berganti dengan ciuman. Tidak ada hasrat, yang ada hanya luapan rasa cinta, sayang, dan terimakasih yang saling mereka berikan. Ciuman yang manis. Kyuhyun menghentikan pagutannya dan menatap Sooyoung dalam. “Jadi sudah berapa bulan?”

Sooyoung tersenyum. Dahi mereka saling bersentuhan. Hembusan napas masing-masing dapat mereka rasakan. Dalam bisikan ia berkata, “Tiga minggu.”

Dan ciuman mereka terjalin lagi. Luapan rasa cinta dan kebahagiaan yang membuncah mereka luapkan dalam ciuman yang begitu manis malam itu. Tangan Kyuhyun memegang pinggang istrinya lembut, sementara tangan Sooyoung sudah mengalung di leher Kyuhyun. Mereka tersenyum dalam ciuman. Kyuhyun mengelus lembut perut rata Sooyoung. Di dalam sana, kini tengah tumbuh janin, buah cinta mereka. Kyuhyun tidak tahu harus berterimakasih seperti apa lagi kepada Tuhan. Dulu ia pernah meminta Tuhan, untuk memberinya kesempatan kedua untuk kembali merajut kisah cinta bersama Sooyoung yang sempat terputus karena kesalahannya, dan Tuhan mengabulkannya. Dan sekarang bahkan Tuhan memberikan hadiah yang sangat besar untuknya―juga Sooyoung. Seorang calon keturunannya. Buah hatinya, yang kelak akan menjadi anak yang dibanggakannya. Rasanya Tuhan terlalu baik kepadanya. Dulu ia memang pernah berbuat salah. Dan ia menyesal. Hidupnya pernah berwarna kelabu selama bertahun-tahun. Namun kini Tuhan memberikan warna seindah pelangi kedalam hidupnya. Ia sungguh bersyukur. Mulai kini ia akan menjaga apa yang dititipkan Tuhan kepadanya dengan baik-baik. Seorang wanita yang berasal dari tulang rusuknya, juga buah hati mereka yang masih berada di dalam rahim Sooyoung. Hidup itu indah, dan bersyurlah atas hidup yang diberikan Tuhan kepadamu.

END

 

A/N:

Kyaaaaa si Kyuhyun romantis bangeeettt #bantinglaptop. Saya tau ini teh OOC parah, tapi saya gemes pengen ngebuat FF KyuYoung yang sweet sweet kayak gini. Entah kenapa ini jadi kayak fairy tale yak? Lemon diatas juga maaf ya kalo jelek, soalnya baru pertama kali nulis adegan lemon/NC kayak gitu. Nulisnya panas dingin boooo #kipas-kipas

Dan maaf kalo ceritanya jelek. Maaf juga kalo sekuel The Destiny ini jadinya lama pisan. Memulai niat buat nulis itu susah banget kalo belum ada moodnya. Maaf juga kalo idenya pasaran, karena saya emang kurang kreatif. Maaf juga kalo feelnya gak berasa soalnya saya pas nulis ini kebayang-bayangnya random antara KyuYoung sama SasuSaku #dor . Maaf kalo ada plot yang gak nyambung atau bikin bingung. Maaf kalo ada hal-hal yang tidak berkenan di dalam FF ini. Maaf kalo endingnya gaje….

Sebenernya mau bikin satu sekuel terakhir The Destiny, pas KyuYoung punya baby gitu… tapi pada setuju gak ya?

Akhir kata, mind to review?

 

Advertisements

75 Comments

Filed under Uncategorized

75 responses to “The Destiny : Life Like Colours of the Rainbow

  1. Huaaa sequel thor.. Aku mau tau kisahnya pas masa kehamilannya soo..

  2. Omo…omo… So suit banget… Ampun bacanya jd addicted thor.. Berasa mau baca ulang … Good job thor… Keren keren keren…

  3. choi

    kapan dilanjut lg sequel kyuyoung punya babynya? ga sabar nunggu 🙂

  4. choi

    kapan mau dilanjut sequelnya?aku ga sabar bacanya

  5. elvi

    omo…
    so sweet..
    gk tau mau blg apa lagi..
    daebak..
    soo akhirnya hamil jg..
    kerenn…
    squel nya lagi..

  6. nadigoo

    hahaha soo udah takut kyu marah aja padahal mah kyunya seneng banget hihi

  7. Kerennn, daebak! Endingnya bener-bener bagus, oke banget. Keep writing chingu^^

  8. azhar_dhilah

    kyuppa mesra bgt deh…. jadi iri sama soo eonn. lanjut ya thor…

  9. iis mulyati

    So sweet bgt siiiihh>< Sequel nya pas mrereka punya baby dong chingu jebal yayaya. Daebakkkk! Ditunggu^^

  10. shintaknight

    kyaaaaaaa sumpah ini sweet bgt sampe bisa bikin diabetes kali nihh *apasihnihreader-_-“*
    beneran deh ini tuh berasa bgt feelnya chingu,apalagi pas yg soo worried kalo kyu ga suka sama kehamilannya ga mungkin lah soo itu kan juga hasil perbuatannya si kyu heheh
    aku setuju bgt kalo ada sequelnya lagi pas baby mreka udah lahirr ^^
    so lets make a sequel the destiny again for us *the reader* yaaa chingu ^^
    hwaiting ^-^

  11. Please… sequel please!!!
    Pas kyuyoung punya anak. Saat2 di mana Kyuppa harus menghadapi Soo eonnie yg hamil. Juga saat di mana keluarganya mengetahui berita baik ini.

    Sequel yah. Ditunggu banget loh.

  12. safitri agustina

    aku blum baca yg sebelum nya >_<

  13. waaaah kyuyoung romantis bngeeeet, kyuppa sayang and cinta bngt ma soo eon,,
    bikin sequelnya lg thor sampe kyuyoung punya baby..

  14. kereeen thor, kyuyoungnya romantis bngt..
    di tunggu sequel kyuyoung punya baby’ny..

  15. HipomuTzs

    kerennn….
    bikin sequel nya dong…..

  16. safitri agustina

    aku mau komen lg yaa hehe
    kan kata nya, maaf kalo feel nya ngga dpt
    tpi aku rasa ini feel nya dpt bgt
    aku juga baca nya sambil bayangin tiap adegan
    dan di khayalan aku itu, mereka manis bgt *da aku mah emang tukang ngayal -_-
    poko nya mah ini tuh so sweeeeeet pisaaan >_<

  17. ayumi

    Luar biasa….permainan ranjangnya.heheh
    Bahagianya pnya bebi.ad sequelnya lagi gk chingu??? Ayo semangat berkarya.

  18. choi

    sequelnya dilanjut lg doongg

  19. Awwwwwww baguuuuus ><<<<< dialog bagus. Penggambaran Susana bagus. Jalan cerita bagus. Nc juga bagus hahahaga

  20. Ga dilanjut kak? Bagus log ini. ><

  21. yuki-chan

    AUTHORR!! DEMI APA!! FF INII SWEETTTT BANGETTTTT.
    AKU GAK TAU MAU COMENT APAAAA.
    GILAAA!!!
    I LOVE THIS FF!!~
    AUTHOR, JJANG!!^^~

  22. Jennyasckh03

    Dilanjut dong Sequel nya ditunggu banget nih yg punya baby Please Lanjutt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s