Monthly Archives: December 2012

THE DESTINY

as kyuyoung~

Cast          : Kyuhyun x Sooyoung

Rated       : T

Genre      : Romance, Hurt & comfort

Disclaimer : Kyuhyun, Sooyoung and all cast in here belong to their self. I’m just own the story.

Warning  : Tulisan dicetak miring (Italic) berarti masa lampau a.k.a Flashback on.

Namja itu terus berkutat dengan dokumen-dokumen yang ada dihadapannya. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Keadaan kantor juga sudah sepi, tapi tidak ada pergerakan dari namja itu untuk segera beranjak dari kursi dan meninggalkan dokumen-dokumennya. Kyuhyun. Namja itu adalah seorang Cho Kyuhyun. Putra dari presdir perusahaan tempatnya bekerja sekarang. Ya, Cho Kyuhyun namja tampan yang sekarang menjabat sebagai wakil direktur di perusahaan yang dikelola oleh appanya sendiri.

Perhatian Kyuhyun terganggu oleh getaran ponsel yang ada dimejanya. Ah, panggilan masuk dari sang eomma ternyata.

“Yeoboseoyo eomma,”  jawab Kyuhyun.

“Yeoboseoyo Kyunnie,” jawab sang eomma dari seberang telephone.

“Ne eomma, waeyo?”

“Aiish anak ini. Appamu bilang kau masih dikantor, eomma khawatir denganmu Kyu, ini sudah malam cepatlah pulang. Pekerjaanmu itu bisa dilanjutkan lagi besok kan?” Kyuhyun menghela napas perlahan. Selalu seperti ini. Eommanya pasti akan selalu menyuruhnya pulang kalau dia sedang lembur.

“Tapi eomma masih banyak dokumen-dokumen yang belum selesai aku pelajari. Aku janji aku akan menyelesaikannya secepat mungkin dan akan segera pulang,” bujuk Kyuhyun.

“Baiklah. Tapi jangan terlalu memaksakan tubuhmu untuk terus bekerja Kyu. Kau harus beristirahat. Akhir pekan ini kau kan harus bertemu dengan calon istrimu. Kau harus terlihat tampan jangan tampakkan wajah lelahmu itu.”

“Eomma…” lirih Kyuhun. Sungguh dia sedang tidak ingin membahas atau mendengar hal ini sebenarnya.

“Kyunnie… eomma tahu kau tidak setuju dengan perjodohan ini kan? Tapi setidaknya kau harus bertemu dulu dengan gadis ini, Kyu. Kalau sudah bertemu dan kau tetap tidak ingin melanjutkan perjodohan ini, appa dan eomma tidak akan memaksamu, ne?” sang eomma berusaha membujuk anak laki-laki satu-satunya itu. Kyuhyun hanya mendesah pelan. Dia bisa apa lagi? Dia tidak ingin mengecewakan appa dan eommanya. Toh tadi eommanya sudah bilang hanya sekedar bertemu kan? Kalau tidak cocok dia berhak menolak kan?

“Nde eomma. Baiklah aku mengerti,” Kyuhyun mematikan sambungan telephone begitu eommanya selesai berbicara.

Perlahan Kyuhyun menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi, menutup kedua matanya, dan menghela napas lelah. Tangannya melonggarkan dasi yang masih terpasang rapi di kemeja putihnya. Sementara tangannya yang lain membuka laci meja kerjanya mengambil selembar foto yang selalu disimpannya disana.

Ditatapnya foto itu. Foto seorang yeoja cantik yang sedang tersenyum dan kedua jari tangan kirinya membentuk huruf ‘V’ yang menempel di pipinya yang chubby. Kyuhyun memandang foto itu lama. Matanya memandang sedih tapi bibirnya memunculkan sebuah lengkungan manis. Dia tersenyum.

“Sooyoung-ah, sudah berapa lama ini? Aku bahkan tidak pernah bisa melupakanmu sedetik pun. Bagaimana kabarmu? Ada dimana kau sekarang? Aku selalu merindukanmu. Tak pernah berhenti sedetik pun. Sooyoung-ah apakah kau merasakan hal yang sama? Eomma dan appa akan menjodohkanku dengan seorang yeoja yang namanya saja tidak aku ketahui. Apa aku bisa? Apa aku bisa menerimanya dihatiku? Andai saja aku tidak melakukan kesalahan itu. Sooyoung-ah mianhae. Sooyoung-ah eottokhae? Saranghae…” tanpa terasa air matanya mengalir turun. Kyuhyun tidak menahannya. Kyuhyun tidak mengusapnya. Dibiarkannya air mata itu mengalir. Biarkanlah. Biarkan Kyuhyun jujur pada dirinya sendiri untuk saat ini. Biarkan dia menyesali segala perbuatannya dimasa lalu. Penyesalan memang selalu  datang terlambat bukan?

***

 “Oppa, kau lama sekali. Aku sudah menunggumu sangat lama,” Yeoja itu mengerucutkan bibirnya sebal saat namja yang ditunggunya dari satu jam tadi akhirnya muncul juga.

“Mianhae Sooyoung-ah. Tadi aku ada sedikit urusan. Kita langsung berangkat sekarang?” Kyuhyun mengusap rambut gadis di depannya lembut.

“Ani. Aku sudah tidak mau lagi. Aku mau langsung pulang saja,” Sooyoung, yeoja yang menunggu Kyuhyun dari tadi melangkahkan kakinya kesal. Meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

“Sooyoungie mianhae. Oppa janji tidak akan membuatmu menunggu lama lagi. Kita berangkat sekarang ya? Oppa akan mengabulkan semua permintaanmu,” Kyuhyun mensejajarkan langkahnya dengan Sooyoung. Berusaha membujuk yeojachingunya yang sekarang tengah marah padanya.

“Ani. Aku tidak mau. Aku mau pulang,” Sooyoung tidak mempedulikan Kyuhyun yang kini berjalan disisinya. Matanya terus menatap kedepan. Pandangannya datar. Sungguh saat ini dia sangat kesal pada Kyuhyun.

Kyuhyun menggenggam tangan Sooyong, tubuhnya dihadapkannya dengan tubuh Sooyoung sementara tangannya yang satu lagi menahan bahu Sooyoung. “Mianhae. Aku tahu aku salah. Kau berhak marah padaku. Aku janji aku tidak akan membuatmu menungguku lama seperti tadi,” Kyuhyun benar-benar menyesal. Satu yang paling dibencinya dari dirinya sendiri adalah membuat yeoja yang begitu dicintainya ini marah dan kecewa padanya.

Sooyoung menatap mata Kyuhyun dalam, rasa kesalnya pada Kyuhyun seketika hilang ketika menatap dalam dua manik mata itu. Tapi sekarang rasa sedih dan kecewalah yang dirasakannya. Kyuhyun dapat merasakan itu. Dua manik mata Sooyoung mengatakannya dengan sangat jelas bahkan tanpa ia harus mengatakannya. “Kau selalu mengatakan itu oppa. Kau selalu berjanji seperti itu padaku. Tapi kau selalu melanggar janji yang kau buat sendiri. Seharusnya kau tahu kemampuanmu dalam menepati janji. Jangan membuat janji jika kau tidak bisa menepatinya.”

***

Akhir pekan datang dengan sangat cepat. Kyuhyun merutuki datangnya hari ini. Jika ia bisa, ia ingin sekali meng-skip hari ini. Dari bangun tidur tadi Kyuhyun uring-uringan. Tidak bersemangat seperti biasanya. Dilihatnya sang eomma yang tengah repot mempersiapkan segalanya. Oh ayolah, bukankah acaranya itu nanti malam. Masih ada sekitar sembilan jam untuk mempersiapkan segalanya bukan? Kenapa harus dari sepagi ini? Sekilas dia melirik jam di ruang tengah itu. Pukul sembilan pagi. Kediaman Cho yang biasanya damai sekarang sangat berisik karena eomma dan noonanya, Cho Ahra sedang sibuk mondar-mandir entah mengerjakan apa. Kyuhyun memilih kembali ke kamarnya. Memainkan game favoritnya setidaknya bisa membuat moodnya sedikit membaik dipagi ini. Sejujurnya melihat eomma dan noonanya yang sibuk itu membuat Kyuhyun sedikit gugup. Apa yang akan terjadi nanti malam? Oh membayangkannya saja Kyuhyun tidak mau.

“Haaahh… ottokhae?” gumam Kyuhyun sambil mengusap kesal wajahnya. Tidak dihiraukannya panggilan noonanya yang memanggilnya dari lantai bawah.

***

Kyuhyun dan Sooyoung berjalan beriringan menyusuri koridor  kampus mereka. “Kau mau kemana setelah ini?” Kyuhyun bertanya pada yeoja disampingnya.

“Emm… aku tidak tahu. Bagaimana kalau kita makan ice cream? Aku dengar ada cafe baru di dekat kampus.”

“Bagaimana kalau ke game center? Kita sudah lama tidak ke game center berdua,” tawar Kyuhyun.

“Ani. Aku sedang tidak mau bermain game. Aku mau ice cream,” Sooyoung merujuk manja pada namjachingunya.

Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan mengusap rambut Sooyoung manja. “Baiklah. Kajja kita makan ice cream.” Aah cinta. Sangat indah dan menyeramkan disaat yang bersamaan bukan? Lihatlah Kyuhyun. Sikap egoisnya bahkan menghilang begitu saja begitu berhadapan dengan gadis ini. Padahal semua orang tahu bagaimana evil, egois dan keras kepalanya namja ini.

Dan disinilah mereka sekarang. Disebuah cafe yang terletak tidak jauh dari kampus mereka. Sooyoung memesan  ice cream vanilla dengan lelehan coklat dan taburan kacang sedangkan Kyuhyun memesan ice cream coklat favoritnya.

Kyuhyun menatap Sooyoung yang tengah menikmati ice creamnya. Senyumnya tak pernah hilang kala dirinya menatap yeoja yang begitu dicintainya itu.

“Waeyo? Kenapa menatapku begitu?” Sooyoung yang merasa diperhatikan pun akhirnya bertanya.

“Aniya. Kau terlihat sangat cantik ketika sedang makan.”

Sooyoung memutar bola matanya mendengar jawaban Kyuhyun. “Jangan menggombal, oppa”

“Aku tidak menggombal. Aku hanya berbicara apa adanya,” bela Kyuhyun.

“Ya ya ya, terserah kau saja oppa,” Sooyoung melanjutkan acara makan ice creamnya. Sesaat dia menghentikan suapannya. Gantian menatap Kyuhyun yang sedang menikmati ice creamnya.

“Waeyo?” tanya Kyuhyun.

“Oppa, kau tahu kan aku paling tidak suka dibohongi?”

Kyuhyun mengernyitkan keningnya. Bingung dengan pertanyaan tiba-tiba dari Sooyoung.

“Ya. Aku tahu,” Kyuhyun mengangguk.

Sooyoung tersenyum melihatnya. “Jangan pernah bohongi aku. Kalau kau membohongiku maka aku akan marah besar padamu. Dan jika kau berselingkuh maka aku akan meninggalkanmu saat itu juga.”

“Apa maksudmu?” Kyuhyun tidak mengerti akan maksud dari pernyataan Sooyoung barusan. Bukan. Dia bukan tidak mengerti maksudnya. Oh ayolah, sudah jadi rahasia umum jika Kyuhyun itu memiliki otak cerdas dan IQ tinggi. Dia pasti mengerti akan maksud dari ucapan Sooyoung. Yang ia tidak mengerti adalah kenapa Soooungnya tiba-tiba berkata seperti itu.

***

Kyuhyun tercekat ketika ia menatap rumah itu. Ini rumah yang tidak asing baginya. Rumah yang dulu sering ia kunjungi. Tanpa terasa sekarang dadanya berdetak dua kali lebih cepat. Sebenarnya ada apa ini? Kenapa orangtuanya membawanya kesini? Bukankah mereka mengatakan ingin memperkenalkan Kyuhyun dengan calon tunangannya? Lalu kenapa dia berada disini sekarang? Apakah…? Aah terlalu banyak teka-teki sekarang. Namun sedikit, ya sedikit harapan Kyuhyun jika yang dipikirkannya akan menjadi nyata. Senyumnya sedikit berkembang.

Seorang maid membukakan pintu dan menyuruh mereka untuk masuk karena sang tuan rumah telah menunggu di ruang tengah.

“Lama tidak berjumpa tuan dan nyonya Cho,” seorang namja paruh baya segera menyambut mereka  begitu mereka memasuki ruang tengah. Walaupun sudah menduganya dari depan tapi Kyuhyun tetap saja tidak bisa menghindari keterkejutannya.

“Bagaimana kabarmu?” tanyanya lagi. Istrinya berdiri disamping menemaninya. Senyum ramah terus terkembang dari keduanya.

“Seperti yang kau lihat. Aku dan seluruh keluargaku dalam keadaan yang sangat baik,” tuan Cho menjabat tangan sang tuan rumah, tuan Choi, dan dalam sekejab mereka sudah terlibat dalam obrolan ringan.

“Aah apa kau Kyuhyun?” istrinya, nyonya Choi menghampiri Kyuhyun dan menepuk pundaknya sayang. Kyuhyun tersenyum dan membungkuk hormat. “Sudah lama tidak bertemu denganmu sekarang kau sudah besar ya. Semakin tampan saja.”

“Nde. Kamsahamnida ahjumma.”

“Aah kenapa kau jadi sesopan ini padaku. Dulu kau tidak pernah seperti ini. Ini benar-benar canggung,” Kyuhyun tersenyum menanggapinya.

***

Acara berlanjut di meja makan. Kini keluarga Cho dan keluarga Choi tengah duduk bersama menikmati makan malam. Tidak ada obrolan yang serius. Hanya dua orang kepala keluarga yang saling berdiskusi ringan seputar pekerjaan mereka. Sementara Kyuhyun pikiran dan hatinya sedang tidak tenang. Kini dihadapannya sedang duduk seorang yeoja yang dulu selalu mengisi hari-harinya. Yeoja yang tidak pernah dilupakannya sedetik pun. Choi Sooyoung. Matanya tidak lepas sedikit pun dari yeoja itu. Hatinya bergemuruh. Namun Sooyoung tetap menikmati makan malamnya. Tidak memperdulikan namja yang terus menatapnya meskipun ia merasa risih juga.

“Baiklah, sebaiknya kita langsung saja,” tuan Choi berbicara setelah dessert tersaji di meja makan. “Seperti yang sudah kalian ketahui malam ini kami akan membicarakan tentang pertunangan Kyuhyun dengan putriku.”

DEG!

Kyuhyun bisa merasakan jantungnya berdetak dua kali atau tiga kali lebih cepat dari biasanya. Matanya masih tertuju pada yeoja didepannya. Sementara Sooyoung seperti tidak peduli dengan apa yang dikatakan ayahnya. Benarkah begitu?

“Kami sudah membicarakan ini dengan kedua orangtuamu Kyuhyun-ah. Kami ingin menjodohkanmu dengan Soo Jin.”

Kyuhyun kaget bukan main. Seketika juga ia menatap appa dan eommanya, meminta penjelasan. Oh ayolah kalian pasti bercanda kan? Tapi keduanya hanya tersenyum menanggapi pertanyaan yang tersirat diwajah Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam. Dia masih tidak bisa mempercayai ini semua. Otak jeniusnya masih memproses semuanya. Kedatangannya ke rumah keluarga Choi, pertemuannya kembali dengan sang mantan kekasih, rencana pertunangan dengan putri keluarga Choi. Kyuhyun benar-benar tidak percaya jika dia akan dijodohkan dengan Soo Jin, kakak perempuan Sooyoung. Dia mengira bahwa Sooyounglah yang akan dijodohkan dengannya. Perlahan ditatapnya Sooyoung yang duduk   didepannya. Sooyoung menatap balik mata Kyuhyun. Pandangannya seolah tidak peduli terhadap semua ini.

“Seperti yang aku katakan diawal padamu, kami tidak akan memaksamu. Soo Jin memang telah menyetujui tentang perjodohan ini,” Kyuhyun menoleh tidak percaya mendengar penjelasan tuan Choi. Sementara Soo Jin hanya menunduk menyadari tatapan Kyuhyun padanya.

“Sekarang hanya tinggal dirimu. Keputusan akhir ada ditanganmu, apakah kau juga akan menerimanya atau tidak. “

Hening. Kyuhyun masih tidak tahu harus bagaimana. Dipejamkan matanya perlahan, berusaha meraba hatinya. Kali ini, sekali ini dia tidak ingin bertindak bodoh seperti dimasa lalu. Tidak ingin melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya.

***

“Eomma tidak akan memaksamu, Kyu. Eomma tahu kau bisa memutuskan yang terbaik untukmu. Tapi apakah tidak lebih baik jika kau pertimbangkan dulu? Soojin gadis yang baik dan…”

“Eomma,” Kyuhyun memotong perkataan ibunya. Dihempaskannya tubuhnya ke atas sofa kamarnya. “Eomma sangat tahu siapa gadis yang aku cintai kan? Aku tidak mungkin menjalin hubungan dengan Soojin noona  sementara hatiku masih milik Sooyoung seutuhnya. Lagipula kenapa eomma dan appa menjodohkanku dengan Soojin noona dan bukan dengan Sooyoung sih?”

Nyonya Cho tersenyum, Kyuhyun mengernyitkan keningnya, bingung.

“Awalnya eomma dan appa memang menjodohkanmu dengan Sooyoung, Kyunnie,” nyonya Cho membelai lembut rambut Kyuhyun. Sungguh waktu berlalu terasa sangat cepat. Seingatnya kemarin Kyuhyun masih seorang anak laki-laki kecil yang selalu menghabiskan waktu dengan game computernya, namun kini dihadapannya Kyuhyun telah tumbuh menjadi namja tampan yang sedang membutuhkan seorang calon pendamping hidup.

“Lalu?”

“Tapi Sooyoung menolaknya,” Kyuhyun menghela napas mendengarnya.

“Arraseo. Ini semua salahku.”

“Jangan menyalahkan dirimu terus, Kyunnie. Ini mungkin sudah jalan takdir.”

Takdir. Benarkah ini takdir? Takdirnya untuk tidak bisa bersatu dengan gadis yang dicintainya? Bahkan sedetik pun Kyuhyun tidak bisa menghapus nama gadis itu dari hatinya. Lalu jika memang takdirnya untuk tidak bersatu dengan gadis itu kenapa ia dipertemukan kembali dengan gadisnya? Kenapa hatinya tidak dapat melupakan gadis itu? Kenapa takdir terlalu jahat padanya?

“Aku lelah. Aku ingin istirahat eomma.”

“Tidurlah. Jangan terlalu memikirkan yang sudah terjadi, tapi pikirkanlah untuk kedepannya Kyunnie. Jangan menyalahkan diri sendiri terus menerus.”

***

Sooyoung berjalan menyusuri taman kampus. Tadi siang dia telah berjanji untuk bertemu Kyuhyun ditaman ini. Bukan taman yang luas sebenarnya. Hanya sebuah taman tempat para mahasiswa berkumpul dengan mahasiswa lainnya, tempat mereka bercengkerama melepas lelah selain di kelas tentunya. Sudah setengah jam Sooyoung menunggu tapi Kyuhyun belum juga datang.

‘‘Aiish dia mulai lagi. Kemana sih dia,” Sooyoung menggumam kesal. Kesal karena lagi-lagi Kyuhyun melanggar janjinya. Ah! Apa dia tidak ingat baru kemarin dia berjanji tidak akan membuat Sooyoung menunggunya, tapi lihat sekarang apa ini? Ckck Kyuhyun kau akan melihat akibat dari kesalahanmu sebentar lagi.

Sooyoung kesal. Dia sudah tidak sabar. Ini bahkan sudah hampir satu jam tapi namja itu belum datang juga. Dengan kesal akhirnya Sooyoung memutuskan untuk pulang sendiri. Percuma menelpon Kyuhyun, karena ponselnya mati total hari ini.

Baru berjalan beberapa meter dari taman kampus, Sooyoung dihadapkan pada suatu pemandangan yang membuatnya terhenyak. Ia menatap nanar. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Dan kini matanya bahkan terasa panas. Ia ingin menangis melihat pemandangan di depannya. Kyuhyun. Kyuhyunnya tengah berciuman dengan seorang yeoja. Sooyoung ingin berlari, namun kakinya terasa berat bahkan untuk melangkah. Maka dia hanya berdiri disitu. Menatap namjachingunya. Perlahan air mata itu turun. Sekuat tenaga ia berusaha menahannya, namun pertahanannya jebol. Sesuatu yang ia takutkan akhirnya terjadi. Hatinya sakit. Teramat sakit melihat ini semua di depan matanya langsung.

“Oppa,” Kyuhyun terperanjat kaget ketika mendengar suara itu. Suara yang begitu dikenalnya.

“Sooyoung-ah”

“Aku…” Kyuhyun tidak melanjutkan perkataannya. Dia melihat Sooyoung yang menangis tanpa suara. Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa. Dia tidak memberikan pembelaan. Dia tahu dia bersalah pada gadis ini.

Kyuhyun berjalan menghampiri Sooyoung. Perlahan dihapusnya air mata yang masih mengalir di pipi gadis itu.

“Sooyoung-ah mianhae,” Kyuhyun tidak tahu apakah dirinya pantas untuk meminta maaf dari gadis ini setelah dirinya melukai gadis ini begitu dalam. “Aku…”

“Kita selesai disini,” Sooyoung memotong ucapan Kyuhyun. Air matanya masih jatuh. Hatinya sangat sakit ketika mengucapkannya, tapi ia harus. Sooyoung benci dibohongi apalagi dikhianati seperti ini. Tidak ia sangka apa yang dicurigainya akhirnya terbongkar sudah.

Kyuhyun menatap nanar pada seorang yang  begitu dicintainya. Inikah akhir? Inikah hukuman atas kesalahan yang telah dilakukannya? Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana. Dia telah menyakiti hati seorang yang begitu berarti baginya dan lihatlah sekarang bahkan Kyuhyun tidak bisa mengendalikan hati dan perasaannya. Hatinya berkecamuk ketika Sooyoung mengucapkan kata perpisahan itu.

Sooyoung membalikkan badannya.Meninggalkan Kyuhyun. Meninggalkan semuanya. Namun langkahnya terhenti ketika tangan Kyuhyun menahannya. Sooyoung memejamkan matanya, air mata masih mengalir.

“Kumohon lepaskan aku oppa. Aku lelah,” pinta Sooyoung.

Namun Kyuhyun tidak melepaskan cekalannya pada tangan Sooyoung. Tidak, dia tidak mau gadis ini pergi. Dia takut. Sungguh takut jika gadis ini akan benar-benar meninggalkannya.

Sooyoung berusaha melepaskan tangannya, tapi cekalan Kyuhyun semakin kuat. Seketika ditariknya Sooyoung kedalam dekapannya. Tidak dihiraukannya Sooyoung yang berontak minta dilepaskan. Hatinya ikut sakit melihat gadis yang begitu dicintainya itu menangis pedih.

“Lepas. Ku mohon lepaskan aku, aku ingin pulang,” Sooyoung berteriak diantara isak tangisnya.

“Mianhae.. mianhae… jeongmal mianhae,” Kyuhyun berujar sambil mengelus kepala Sooyoung lembut. Dia menyesali semuanya. Perbuatannya yang menyakiti kekasihnya.

Namun Sooyoung menulikan telinganya. Tidak dihiraukannya permintaan maaf dari Kyuhyun. Hatinya terlalu sakit menerima ini semua. Sudah cukup selama ini ia menulikan telinganya dari kasak kusuk yang beredar di kalangan mahasiswa tentang Kyuhyun dengan gadis itu. Sudah cukup banyak kebohongan yang diterimanya selama ini. Sudah cukup kepercayaan yang diberikan Sooyoung kepada Kyuhyun. Sampai tiba hari ini. Hari dimana semuanya terkuak ke permukaan.Entah sudah berapa lama Kyuhyun mengkhianatinya, Sooyoung tidak ingin tahu. Dia tidak ingin menambah luka dihatinya.

“Oppa lepaskan aku,” Sooyoung berkata lirih. Dirinya sudah lelah berontak. Namun Kyuhyun tidak juga melepaskan Sooyoung. Dirinya justru mengeratkan pelukannya. Namun ada yang berbeda kali ini. Rasa yang sungguh berbeda. Pelukan yang tidak lagi sama seperti dulu.

Perlahan Kyuhyun melepas Sooyoung. Mengangkat dagu gadis itu lembut. Dilihatnya mata Sooyoung yang masih sembab. “Mianhae Sooyoung-ah” dengan sangat perlahan Kyuhyun menundukkan wajahnya. Mengecup lembut bibir Sooyoung. Seketika airmata Sooyoung terjatuh lagi. Hatinya sangat sakit. Bagaimana bisa Kyuhyun menciumnya setelah dia mencium gadis lain sebelumnya? Ciuman itu menjadi ciuman yang sangat menyakitkan. Keduanya menangis.

Sooyoung mendorong dada Kyuhyun menjauh. Tangannya perlahan menyusuri pipi Kyuhyun, dan sebuah tamparan mendarat mulus dipipi namja itu. Kyuhyun tidak marah. Dia tidak melawan. Dia tidak merasa sakit dengan tamparan itu. Hatinya kini lebih sakit, kenyataan bahwa permainannya selama ini ternyata membuat gadis yang begitu dicintainya jatuh sampai dilevel ini. Kyuhyun bersumpah demi apapun dia tidak mencintai gadis lain didunia ini selain Sooyoung. Gadis itu tidak lebih dari sekedar mainan bagi Kyuhyun. Tapi bukankah cinta bukan untuk dipermainkan? Ketika kau bermain-main dengan perasaan seseorang bukankah kau mempertaruhkan perasaan seseorang juga? Dan lihatlah  Cho Kyuhyun, permainanmu sekarang tidak hanya mempertaruhkan perasaanmu tapi juga perasaan kekasihmu.

“Terimakasih untuk selama ini oppa. Selamat tinggal,” kata-kata itu adalah perpisahan yang diucapkan Sooyoung sebelum akhirnya dirinya menghilang selama tiga tahun dari kehidupan Kyuhyun.

***

Dua bulan berlalu setelah rencana pertunangan yang gagal total. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Mengikuti alur takdir.

“Seohyun akan ikut dengan Yesung-ssi dan aku selama beberapa bulan ke HongKong untuk mengurusi anak perusahaan disana. Untuk sementara akan ada sekretaris baru yang membantumu disini, Kyu,” Tuan Cho, pemilik sekaligus CEO perusahaan menjelaskan kepada Kyuhyun, putranya yang sekaligus wakil direktur perusahaan ini.

“Sekretaris baru? Aiish appa, kenapa tidak membawa sekretaris appa saja? Kenapa sekretarisku?”

“Akan ada penggantinya. Kau tenang saja. Dia akan membantumu dengan sangat baik. Aku serahkan perusahaan padamu selama aku tidak ada,” Tuan Cho meninggalkan ruangan Kyuhyun. Kyuhyun mendengus kesal.

***

“Annyeong, apa kau karyawan baru?” namja itu tersenyum ramah pada seorang yeoja cantik didepannya, menampakkan gusi-gusinya yang lucu.

“Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya dikantor ini. Jadi apakah kau karyawan baru? Aku dengar akan ada sekretaris baru yang datang hari ini. Jadi apakah itu kau?” namja itu terus bertanya.

Yeoja didepannya hanya tersenyum simpul. “Nde”

“Aah benarkah? Waah senang sekali bertemu gadis cantik sepertimu dikantor ini. Namaku Lee Hyukjae. Tapi kau bisa memanggilku Eunhyuk. Jadi kau sekretaris baru Kyuhyun? Mari aku antar keruangannya. Hmm Kyuhyun sangat susah dekat dengan wanita. Kalau kau mengalami kesulitan berinteraksi dengannya kau bisa minta bantuanku, aku akan membantumu,” Eunhyuk masih saja terus berbicara.

“Kau tidak perlu bingung begitu. Aku dan Kyuhyun sangat akrab. Aku sudah menganggapnya sebagai dongsaengku sendiri,” Eunhyuk sepertinya mengetahui apa yang ada dipikiran gadis itu karena itu dia sedari tadi terus mengoceh bahkan tanpa memberi kesempatan pada gadis itu untuk berbicara.

“Nah ini ruangan Kyuhyun,” Eunhyuk menunjukkan sebuah ruangan yang pintunya tertutup rapat. Sementara gadis itu hanya menatap datar pintu itu.

“Oh iya aku belum mengetahui namamu. Jadi nona cantik, siapa namamu?”

“Aku…”

***

“Kyu, coba tebak tadi aku bertemu siapa? Hahaha kau tidak akan percaya aku bertemu siapa dikantor ini. Di kantor ini, Kyu! Tolong digaris bawahi kata dikantor ininya,” Eunhyuk yang masuk ke ruangan Kyuhyun langsung memberondongnya dengan pertanyaan yang menurut Kyuhyun sangat tidak penting.

Bukannya menjawab pertanyaan Eunhyuk, Kyuhyun malah menatapnya dengan pandangan mencela. “Kau baru sampai, Hyung? Ini sudah pukul sepuluh dan kau baru sampai? Cih.”

“Hey, jangan menatapku seperti itu. Santailah sedikit. Ini baru pukul sepuluh,” Eunhyuk mengibaskan tangannya santai. Duduk di kursi dihadapan Kyuhyun.

“Kau belum menjawab pertanyaanku, Kyu. Ayo tebak aku bertemu siapa hari ini?”

“Aku tidak tertarik untuk tahu, Hyung,” jawab Kyuhyun kembali fokus pada dokumen-dokumen dihadapannya.

“Kau yakin tidak tertarik? Kalau aku menyuruhnya masuk aku yakin kau bahkan akan mengabaikan semua dokumen-dokumen membosankan itu.”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya. Menatap Eunhyuk datar. “Siapa?”

“Seseorang yang akan menjadi sekretarismu menggantikan Seohyun sementara waktu,” jawab Eunhyuk nyengir.

Kyuhyun menatap kembali dokumen-dokumennya. “Aku tidak tertarik.”

“Huooo kau yakin tidak tertarik?”

Kyuhyun masih meneliti dokumen-dokumen itu. Tidak tertarik dengan bahan pembicaraan Eunhyuk.

“Seorang yeoja yang cantik. Sangat cantik. Dia tinggi, langsing, rambutnya panjang,” Eunhyuk yang menyadari Kyuhyun tidak mempedulikannya berdecak kesal.

“Ya! Aku sedang berbicara dengarkan aku, Cho Kyuhyun!” Eunhyuk kesal karena Kyuhyun tidak menggubrisnya.

“Arraseo! Kalau begitu…” Eunhyuk melangkahkan kakinya ke arah pintu, membukanya perlahan.

“Silahkan masuk Sooyoung-ssi.”

Kyuhyun  menatap ke arah pintu, dan benar saja, Sooyoung ― gadis yang begitu dicintainya― tengah berjalan ke arahnya. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Kyuhyun tidak bisa mempercayai pandangannya. Benarkah ini?

Eunhyuk tersenyum mengejek melihat Kyuhyun yang sekarang mengacuhkan dokumen ditangannya itu. Pandangannya terfokus pada satu arah. Sepenuhnya pada gadis ini ―Sooyoung.

“Sooyoung-ssi ini Kyuhyun, kau akan menjadi sekretarisnya. Bukankah dia sangat cantik Kyu? Aku melihatnya seperti barbie. Aku rasa aku jatuh cinta padanya hahaha ” Eunhyuk berujar berusaha mencairkan suasana yang mendadak kaku diantara mereka sebelum akhirnya keluar dari ruangan setelah mendapatkan tatapan peringatan yang cukup menyeramkan dari Kyuhyun.

***

“Kau jangan salah paham, ini semua atas permintaan appa dan ahjussi. Aku tidak bisa menolak mereka. Lagipula aku hanya membantumu sementara waktu sampai sekretarismu dan ahjussi kembali ke Korea,” Sooyoung menjelaskan pada Kyuhyun dengan muka datar.

“Duduklah,” Kyuhyun berusaha terlihat tenang meskipun hatinya bergemuruh.

“Bagaimana kabarmu?” Kyuhyun memulai perbincangan diantara mereka.

“Seperti yang kau lihat. Aku baik,” jawab Sooyoung. Oh lihatlah dua anak manusia yang sedang berakting seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara mereka. Seolah semuanya baik-baik saja. Sementara hati mereka sudah berkecamuk semua perasaan rindu.

Hening yang cukup lama sampai Kyuhyun kembali memulai percakapan diantara mereka.

“Tiga tahun ini… kau kemana saja?”

Hening sejenak. Sampai akhirnya Sooyoung menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Berusaha melupakanmu. Belajar menerima cinta yang lain masuk ke hatiku”

Kyuhyun menatap Sooyoung sendu. Hatinya kembali berkecamuk. Sudahkah? Sudahkah gadis ini berhasil melupakannya? Menghapus namanya dari hatinya?

“Apakah berhasil?” Sooyoung menatap Kyuhyun. “Sudahkah kau berhasil melupakanku?”

Sooyoung terdiam.

“Sooyoung-ah… sudahkah kau berhasil melupakanku?”Kyuhyun beranjak dari duduknya. Perlahan ia menghampiri Sooyoung. Nuraninya menuntunnya untuk melakukan itu.

Ditatapnya gadis itu tepat dimanik mata. Jarak mereka sangat dekat sekarang. Sungguh Kyuhyun ingin memeluk gadis dihadapannya detik ini juga. Meluapkan segala perasaan rindunya.

“Sudahkah kau berhasil melupakanku? Menghapus namaku dari hatimu? Jika kau sudah berhasil ajarilah aku… Ajari aku bagaimana cara untuk melupakanmu. Menghapus namamu dari hatiku. Membuatku berhenti untuk memikirkanmu. Karena sedetik pun aku tidak pernah bisa melupakanmu. Setiap detik namamu selalu memenuhi hati dan pikiranku. Setiap detik selama tiga tahun ini aku tidak pernah berhenti memikirkanmu,” Air mata Sooyoung jatuh mendengar penuturan Kyuhyun.

Kyuhyun sudah tidak tahan. Ditariknya Sooyoung kedalam dekapannya. Perlahan air matanya pun tumpah. Keduanya membiarkan diri mereka seperti itu. Saling berdekapan. Meluapkan segala perasaan yang membuncah selama tiga tahun ini.

Sooyoung merutuki dirinya. Malam itu, ketika pertama kali bertemu dengan Kyuhyun setelah sekian lama, malam dimana rencana perjodohan Kyuhyun dengan Soojin berakhir dengan kegagalan, Sooyoung mampu menguasai dirinya. Membiarkan seolah-olah Kyuhyun tidak ada dihadapannya. Menolak perjodohan yang ditawarkan padanya untuk pertama kali. Bahkan sejak semalam dia sudah menyiapkan hatinya untuk bertemu pria ini. Tapi nyatanya hatinya tidak setegar itu.

“Mianhae…jeongmal mianhae Sooyong-ah,” Kyuhyun terus mengucapkan kata-kata itu. Tidak dilepasnya pelukan mereka. Tidak. Kali ini Kyuhyun tidak akan melepas gadis ini. Kyuhyun akan mempertahankannya. Memintanya untuk bersedia menemaninya di sisinya. Kali ini Kyuhyun akan mengatur takdirnya.

Sooyoung menghela napasnya lemah. Bahkan pelukan ini masih terasa nyaman untuknya.

***

“Aku pergi ke Paris. Melanjutkan kuliahku disana. Hari itu, dimana aku melihatmu dengan wanita lain aku memutuskan untuk melupakanmu. Berada di Korea hanya membuatku semakin terpuruk dalam kesedihan. Eomma dan appa setuju. Aku baru kembali dari Paris tiga bulan yang lalu. Awalnya appa hanya mengatakan bahwa Soojin eonni akan bertunangan, makanya aku pulang. Tapi ternyata mereka membohongiku. Mereka mengatakan ingin menjodohkanku denganmu. Aku menolaknya,” Sooyoung menjelaskan semuanya. Kini mereka tengah duduk di sofa ruang kerja Kyuhyun.

“Kenapa kau menolaknya? Kau sudah melupakanku?” Kyuhyun bertanya.

Sooyoung terdiam.

Perlahan Kyuhyun mengangkat dagu Sooyoung. “Lihat aku Sooyoung-ah,” kata Kyuhyun lembut. “Kau sudah melupakanku?”

“Tidak,” Sooyoung menggeleng perlahan. “Aku tidak berhasil melupakanmu,Kyu.”

Seukir senyuman manis melengkung di bibir namja itu. Hatinya berdesir kala mendengar jawaban dari yeoja dihadapannya ini.

“Mianhae,” lagi-lagi Kyuhyun mengatakannya. Tidak. Tidak. Mungkin Kyuhyun akan terus mengatakannya sampai yeoja itu benar-benar memaafkannya.

“Aku menyesali semuanya. Kebodohanku dimasa lalu. Mengkhianatimu, bermain-main dengan gadis lain padahal aku tahu aku tidak bisa melepasmu,” Kyuhyun menjelaskan semuanya. Alasan dan fakta yang selama ini hanya disimpannya seorang diri. Sooyoung diam. Dia tidak ingin membicarakan hal itu lagi, namun tatapan Kyuhyun menuntutnya untuk mendengarkan semuanya.

“Dia, Victoria, kau tahu kan dia selalu mengejar-ngejar aku. Selalu memintaku menjadi kekasihnya walaupun dia tahu aku sudah memilikimu. Aku tidak tahu apa yang membuatku akhirnya menerimanya. Awalnya aku hanya ingin bermain-main dengannya. Lucu saja melihatnya menatapku penuh harap, dia kira aku benar-benar mencintainya ketika aku memenuhi permintaannya menjadi kekasihnya. Aku tidak pernah mencintainya. Sedikitpun aku tidak mencintainya…”

“Tapi kau menciumnya,” Sooyoung memotong penjelasan Kyuhyun.

“Iya aku menciumnya. Aku tidak akan mengelak. Tapi itu hanya sebuah permainan,” Sooyoung mendelik tajam ke arah Kyuhyun. Bagaimana bisa Kyuhyun mengatakan ciuman itu hanya sebuah permainan? Apa selama ini dirinya juga hanya sebuah permainan bagi Kyuhyun?

“Tidak. Aku tidak pernah menganggapmu mainan, Sooyoung-ah. Kau berbeda dengannya. Aku mencintaimu. Aku menyesali semuanya. Hari dimana kau pergi adalah hari dimana aku mengakhiri semua permainanku dengannya. Tuhan menghukumku. Seharusnya dari awal aku tahu bahwa perasaan seseorang bukanlah sesuatu yang bisa dipermainkan. Aku menyesali segalanya. Selama tiga tahun aku selau meminta pada Tuhan agar aku bisa diberi satu kesempatan lagi. Satu kesempatan untuk bertemu denganmu lagi. Kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Dan kesempatan untuk menebus semua kesalahanku dimasa lalu. Aku selalu percaya aku akan bertemu denganmu lagi. Dunia ini tidak seluas yang kau bayangkan. Jadi harapan itu selalu ada dihatiku. Walaupun aku tidak tahu kapan pastinya aku akan dipertemukan lagi denganmu,” Sooyoung tertegun mendengar penjelasan Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Sooyoung, dia melihat ada sedikit keraguan dimata itu ketika sepasang manik mata itu balik menatapnya.

Kyuhyun memberanikan dirinya untuk menggenggam tangan Sooyoung lembut, “didunia ini hanya ada satu wanita yang namanya selalu memenuhi relung hatiku. Hanya satu nama yang selalu berpusat dipikiranku. Choi Sooyoung.”

Sooyoung menundukkan wajahnya. Apa yang harus dia lakukan sekarang?

“Aku tahu aku tidak pantas meminta ini padamu. Aku tahu aku telah menyakitimu begitu dalam. Tapi bisakah… bisakah kita mulai semuanya dari awal lagi?”

“Kyu…”

“Aku tidak akan mengulangi kesalahanku Sooyoung-ah. Aku tidak akan menyakitimu lagi. Kali ini aku akan menjagamu. Berikan aku kesempatan sekali lagi” Kyuhyun mengucapkannya dengan sepenuh hati.

Sooyoung menatap Kyuhyun dalam. Berusaha mencari keseriusan dalam ucapannya. Apa dia harus memberinya kesempatan lagi?

“Ijinkan aku mengobati luka dihatimu. Menebus semua kesalahanku. Aku menyadari kesalahanku dan aku ingin menebusnya sekarang. Saat kau pergi meninggalkanku aku baru menyadari betapa pentingnya dirimu untukku. Aku tidak pernah melupakanmu sedetik pun. Aku selalu memikirkanmu, sampai sekarang,” Kyuhyun meyakinkannya. Tidak, dia tidak mau kehilangan gadis ini untuk yang kedua kalinya.

Sooyoung bingung. “Tapi..Victoria…”

“Sudah aku katakan aku tidak mencintainya. Dia adalah kesalahan. Aku mohon percayalah padaku Sooyoung-ah.”

Sooyoung terdiam. Ditatapnya mata Kyuhyun dalam. Hatinya bimbang. Namun pada akhirnya Sooyoung mengikuti kata hatinya.

Perlahan kedua telapak tangannya menyusuri wajah Kyuhyun dan terhenti dipipinya. Ditatapnya wajah Kyuhyun dalam. Perlahan, dengan sangat perlahan Sooyong mendekatkan wajahnya. Menyatukan dahi mereka. Keduanya bisa merasakan deru napas masing-masing di wajah mereka. Sooyoung memejamkan matanya, mengecup lembut bibir yang lama begitu dirindukannya. Hanya kecupan ringan, namun mampu membuat keduanya bergemuruh.

Kyuhyun tersenyum mendapat perlakuan seperti itu. “Apa ini artinya kau menerimaku lagi?” Kyuhyun  bertanya, dahi mereka masih menempel satu sama lain. Matanya masih terpejam. Dia tidak ingin membuka matanya. Kyuhyun takut, takut jika ia membuka matanya semua yang ia alami ini ternyata hanya mimpi. Ia tidak mau itu.

“Aku hanya akan memberi satu kesempatan ini, jika kau mengecewakanku lagi aku akan pergi dan tidak akan kembali lagi selamanya.”

Kyuhyun membuka matanya. Ia melihat gadis itu didepannya. Tidak, ia tidak sedang bermimpi. Inikah takdirnya?

“Aku takkan mengecewakanmu,” Kyuhyun membawa wajah Sooyoung mendekat padanya. Menatap matanya dalam. Senyumnya terus terkembang bahkan sampai ke matanya. Perlahan Kyuhyun memiringkan wajahnya. Bibirnya berusaha menyentuh bibir Sooyoung. Mengecupnya lembut. Keduanya tersenyum ditengah kecupan ringan itu. Kini Kyuhyun memberanikan diri menyesap lembut bibir bawah Sooyoung. Bibir  yang selalu dirindukannya. Membawa asa ke dalam sebuah pengharapan baru. Inikah takdirnya? Jika iya maka Kyuhyun ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada sang takdir, yang telah mengembalikkan miliknya kepadanya.

-END-

a/n: *nyengir* ini hanya fic abal kyuyoung yang pertama aku buat. Masih sangat kacau dan gak banget -__- siapapun yg baca *kalo ada* mohon komennya ya 🙂 Kamsahamnida~

79 Comments

Filed under Fiction

Read this Knights~

Annyeonghaseyo~

Hello i’m.. umm you all can call me Quinsha. I’m an Elf ofcourse. An Elf who loved Kim Heechul so much ^^ and i’m like sooyoung from snsd. Just sooyoung and only sooyoung. She’s so different and so funny and natural. I love Sooyoung secret interaction with Kyuhyun. Their interaction make me crazy kkkkk~ and yeah i’m Kyuyoung stan! Just Kyuyoung and only Kyuyoung~

Respect to the author! if you read, then please give your comments, your comment it is very valuable for us, the author.

This blog present for all Knight. So… Welcome to the Kyuyoung world~

Leave a comment

Filed under Uncategorized